Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sepeda Motor Pembunuh Ditemukan di Padangbai
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aparat kepolisian Poltabes Denpasar, terus menyelidiki kematian Rika Sano (33) warga negara Jepang yang dibunuh secara kejam oleh seorang pria yang mengaku polisi. Jejak pelaku terendus di Padangbai, Selasa (29/09), setelah polisi menemukan sepeda motor Yamaha Mio yang diduga milik pelaku.
Demikian dikatakan Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana, Selasa (29/09). Dikatakannya, pasca penemuan jasad korban Rika Sano di semak belukar di depan Kampung Bali yang terletak di Jalan Mertanadi Denpasar, pihaknya langsung
action di lapangan.
Sejumlah petugas telah ditempatkan ke titik titik rawan kaburnya pelaku yakni di Pelabuhan - Pelabuhan. Hasilnya, di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, petugas menemukan sepeda motor Yamaha Mio yang tidak bertuan.
Benar, kita menemukan motor jenis Mio yang diduga milik pelaku. Motor itu telah dibawa ke Markas Poltabes Denpasar, beber Kapoltabes.
Dikatakannya, terkait kasus pembunuhan ini, pihaknya telah memeriksa 4 saksi masing-masing petugas hotel dan teman-teman korban.
Sejatinya, Mayumi rekan akrab Sano, masih berada di Bali dan dijaga ketat petugas. Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi korban susulan pembunuh maniak itu.
Kapoltabes menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini karena kasus ini bersakala besar dan korbannya warga asing.
Ini pembunuhan wisatawan dan merupakan modus baru, bebernya.
Perwira melati tiga ini mengungkapkan, jasad Rika Sano sudah diotopsi di RSUP Sanglah, Senin (28/9) mulai pukul 01.00 wita. Otopsi itu dilakukan petugas forensik didampingi pihak Kedutaan Besar Jepang di Jakarta dan ahli identifikasi dari
Konsulat Jepang.
Berdasarkan otopsi sementara, korban diperkirakan meninggal dua sampai tiga hari, sebelum ditemukan. Di sekujur tubuh korban mengalami luka memar dan robek, luka memar, kekerasan seksual dan pendarahan otak.
Soal polisi gadungan, Alit membenarkannya. Kata dia, pihaknya juga sudah mencocokkan data dengan wajah polisinakal yang diinventarisasi petugas.
"Korban yang selamat mengatakan tidak ada wajah mereka yang mirip dengan anggota polisi asli, sebutnya.
Untuk itu, pihaknya telah membuat sketsa wajah pelak dengan mencocokkan data residivis di Bali.
"Kami sudah membuat sket wajah tersangka, ujar mantan Kapolres Gianyar ini.
Sebelumnya, Jumat (25/09), Mayumi Someya asal Tokyo, Jepang, nyaris diperkosa pelaku yang mengaku seorang anggota Polisi.
Dari aksi pencabulan yang terjadi di pasir putih di Jalan Dewi Sri Kuta, Mayumi berhasil lolos dari cengkraman pelaku.
Belum puas melampiaskan nafsunya, pelaku menculik Rika Sano (rekan Mayumi) di Hotel Prani Legian.
Sano, ditemukan tewas mengenaskan di semak belukar di Jalan
Mertanadi, Kuta, Badung dengan luka di sekujur tubuhnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan