Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Masuk ke Bali Dengan Menumpang Perahu

Beritabali.com, Negara

Kamis, 1 Oktober 2009, 15:01 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Modus operandi masuknya penduduk pendatang (duktang) illegal sedikit demi sedikit terbukti. Saat razia duktang yang digelar di depan Kantor Bupati Jembrana, Kamis (1/10) salah seorang duktang mengaku masuk ke Bali dengan menumpang perahu yang bersandar di Pantai Melaya.


Dalam razia yang mengerahkan puluhan aparat Satpol PP, Kepolisian, TNI dan petugas kependudukan terjaring 26 duktang yang bermasalah identitas dirinya.

Sebagian besar duktang yang terjaring merupakan warga lokal Bali yang mengaku naik angkutan umum setelah terminal Gilimanuk.

Sementara itu, Sri Sulastri (38), warga Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur terpaksa harus kembali ke daerah asalnya setelah terjaring dalam razia tersebut.



Sulastri mengaku seminggu yang lalu dirinya sudah sempat dipulangkan oleh petugas di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk setelah KTP yang dikantonginya kadaluarsa.

“KTP saya dilubangi dan saya tidak diperbolehkan masuk,” akunya.



Setelah dipulangkan, Sulastri bukannya mengurus KTPnya namun malah mengupayakan cara lain untuk meloloskan diri dari petugas di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk.

“Saya masuk ke Bali dengan menumpang perahu milik saudara dan berlabuh wilayah pesisir Melaya Pantai,” terangnya. Menurut Sulastri bersama suami, dirinya hendak bekerja di sebuah bengkel las di Denpasar.

Sedangkan Sri Utami, warga Malang, Jatim yang tidak membawa KTP berhasil lolos di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk lantaran dijamin oleh adiknya, Haryanto.

“Tadi di Gilimanuk, kakak saya sudah diperiksa namun tetap dibolehkan jalan karena saya menjadi penjaminnya,” kata Haryanto.

Hal senada juga disampaikan Oni, seorang sopir mobil box pengangkut puyer yang kedapatan KTPnya sudah kadaluarsa. Kendati lolos di Gilimanuk, namun saat razia ini digelar Oni terpaksa harus kembali ke daerah asalnya.

Kepala Dinas Pendaftaran Penduduk, Catatan Sipil, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jembrana, IGP Sudhiarsa mengatakan operasi gabungan ini merupakan pemeriksaan berlapis yang akan dilakukan secara kontinyu.


"Jumlah duktang yang terjaring sudah jauh menurun dibandingkan dengan razia sejenis beberapa waktu yang lalu. Duktang yang terjaringpun kebanyakan warga lokal Bali yang masuk Jembrana naik angkutan umum tanpa melewati pos KTP Gilimanuk,” terangnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami