Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Kapal Putar Haluan, Truk Terguling
Beritabali.com, Gilamanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gelombang laut Selat Bali yang terkenal ganas memakan korban. Satu truk yang sarat muatan bihun terguling di atas LCT Labrita Adinda akibat dihantam gelombang saat sedang putar haluan.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (1/10) saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Labrita Adinda yang mengangkut belasan kendaraan tidak mengalami masalah.
Kapal yang dinahkodai Suhdoyo ini berlayar dengan mengambil haluan ke selatan. Setelah berlayar selama 20 menit, nahkoda kapal bermaksud putar haluan ke utara.
Ketika memutar haluan itulah, tiba-tiba gelombang besar datang dan menghantam lambung kapal buatan Korea tahun 2005 itu. Akibatnya kapal oleng dan semua kendaraan barang yang dimuatnya pun ikut oleng.
Namun, truk DR 8788 AR yang dikemudikan I Nengah Sueta (34), warga Lingkungan Penginoan, Presak, Narmada, Lombok Barat tiba-tiba terguling ke kanan dan menimpa truk DK 8900 BY yang dikemudikan Sauri, warga Banyuwangi, yang parkir di sebelah kanannya.
Diduga tergulingnya truk yang sarat muatan bihun tujuan Lombok itu lantaran tumpukan muatannya terlalu tinggi dan pernya lemah sehingga tidak kuat menahan beban puluhan ton bihun.
Akibat tertimpa truk tersebut, pintu truk DK 8900 BY ringsek. Namun, beruntung kejadian tersebut tidak sampai makan korban jiwa lantaran seluruh peumpang truk tidak berada di dalam kabin.
Setelah Labrita Adinda sandar di Pelabuhan Gilimanuk truk tersebut berusaha ditarik dengan kapal lain agar bisa kembali melanjutkan perjalanan. Namun upaya pertama menemui kegagalan lantaran bak truk masih penuh muatan sehingga tali yang dipakai menarik putus.
Upaya penarikan kedua kembali diulang setelah sebelumnya semua muatan diturunkan. Setelah bak truk tanpa muatan, barulah truk itu berhasil diberdirikan dengan setelah oleh kapal LCT Labrita Risa.
Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari ketika dikonfirmasi, Kamis (1/10) mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menurut Kari, penyebab tergulingnya truk tersebut karena faktor cuaca dan muatannya diduga terlalu tinggi. “Karena muatan truk terlalu tinggi yang diduga melebihi kapasitas maka saat kapal oleng, truk tersebut tidak bisa bertahan lalu terguling,†terangnya.
Untuk mengatisipasi terulangnya kejadian tersebut, Kari meminta agar semua nahkoda kapal selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang serta arus di Selat Bali utamanya saat memutar haluan.
“Sopir-sopir truk juga kami minta agar tidak memuat barang terlalu tinggi karena sangat riskan terguling saat kapal oleng dihempas gelombang,†katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 754 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 475 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik