Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pentas Seni Minang Digelar di Pantai Kuta
Beritabali.com, Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Upaya menggalang bantuan bagi korban gempa di Padang Sumatera Barat terus dilakukan. Di Kuta Bali, ikatan keluarga Minang Saiyo Bali menggelar pentas seni untuk mengumpulkan bantuan bagi korban gempa Padang Sumatera Barat.
Pentas seni Minangkabau yang digelar sore hari ini diawali dengan parade budaya di sepanjang Pantai Kuta. Pawai seni dan budaya Minang ini menarik perhatian pengunjung termasuk turis asing yang sedang berkunjung ke Pantai Kuta.
Di beberapa lokasi sepanjang pantai, rombongan seni dari Ikatan Minang Saiyo Bali ini berhenti untuk mementaskan kesenian Minang. Kesenian yang ditampilkan antara lain Tari Piring, Tari Indang, hingga musik tradisional Tambua dari Pariaman.
Atraksi seni amal untuk korban gempa di Padang Sumatera Barat ini menarik simpati pengunjung pantai. Tak sedikit pengunjung termasuk para turis asing menyumbangkan uangnya bagi korban gempa di Padang.
Bantuan yang terkumpul, baik berupa uang maupun barang akan dibawa langsung ke Padang tanggal 10 Oktober mendatang. Selain di Pantai Kuta, pentas seni khas Minangkabau juga akan digelar di beberapa lokasi lainnya di Bali, kata Darlis, Ketua Panitia pengumpulan sumbangan gempa Padang. (dev)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4381 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1600 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1484 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 972 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 906 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun