Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Konsulat Jepang Puji Poltabes Denpasar
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Konsulat Jepang, Komjen Mr. Eiichi Suzuki didampingi Wakil Komjen Mr. Shusaku Hirasima memuji kinerja Polri (Polda Bali), khususnya Poltabes Denpasar. Publik Jepang salut atas pengungkapan kasus pembunuhan Rikasano yang pemberitaannya telah ditayangkan di media Jepang sebelumnya.
Sebagai ungkapan terima kasih, Kosulat Jepang langsung mengunjungi Kapolda Bali, Irjen Pol. Drs. Sutisna, Senin (5/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Suzuki meminta kepada aparat kepolisian, untuk menghukum tersangka sesuai aturan yang berlaku di Negara Indonesia.
Lagipula, kasus tewasnya Rikasano yang sebelumnya sedang berlibur di Bali ini, telah tersebar di Jepang. "Pemerintah Jepang, sangat berterima kasih atas berhasil pelakunya. Kita berharap kepada Polda Bali, memberitahu setiap perkembangan kasusnya, harap Mr. Eiichi kepada Kapolda Sutisna.
Kapolda Sutisna sangat merespon permintaan Suzuki. Kapolda meminta pihak konsulat supaya menelpon dirinya secara langsung terkait masalah perkembangan penyidikan kasus tewasnya Rikasano.
"Jangan sungkan-sungkan hubungi saya. Telpon saya aktif 24 jam. Biar pagi, malam, sumbuh pun kalian telpon saya, pasti saya angkat, tegas Kapolda. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2817 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun