Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




'Bojog' Alas Kedaton Masuk Kampung

Beritabali.com, Marga

Selasa, 6 Oktober 2009, 20:24 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Setelah merusak padi yang ada di sekitar objek wisata Alas Kedaton, giliran kebun warga Banjar Melalun dan Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan diserbu kera penghuni Alas Kedaton.


Ulah kera masuk kampung itu diduga karena populasi kera yang menghuni objek wisata alas kedaton yang menjadi habitatnya bertambah dengan pesat.



Penyebab lainnya diduga puluhan kera kerap merusak kebun warga dan menggasak buah pisang dan pepaya warga karena kelaparan.

Kera-kera alas kedaton yang mulai masuk kampung itu dibenarkan oleh Satria, warga Banjar Lodalang yang tinggal di utara Alas Kedaton.

Dikatakannya, selain menggasak pisang dan pepaya kera-kera liar itu juga mencuri telur ayam yang ada di kandang rumah warga.



Mungkin karena populasinya bertambah pesat jadi kera-kera itu mencari dan berebut makanan ke luar areal alas kedaton, jelasnya, hari ini (6/10).

Terhadap kondisi tersebut, pihaknya tak mau menyalahkan siapa pun.


"Badan pengeola obyek setahu saya sudah berbuat maksimal dengan menambah pemberikan makan. Mengingat populasi yang banyak, tentu saja mereka ada yang belum tersentuh makanan, sehingga mencari sendir ke luar areal hutan,paparnya.

Di lain pihak Bendesa Adat Kukuh, IGM Purnayasa, yang juga ketua pengelola objek wisata Alas Kedaton mengakui populasi monyet di Alas Kedaton memang meningkat.

Ia menapik dikatakan kera yang mulai masuk kampung karena kekurangan makanan.

Kami memberikan makanan sehari tiga kali. Jumlahnya sekitar tiga kuintal. Kami juga telah memberikan makanan tambahan yang jumlahnya sekitar 3 kuintal per hari, katanya.

Makanan yang diberikan bervariasi, berupa ketela, singkong, pisang, kacang dan padi.


Pihaknya juga menempuh jalan niskala (alam gaib) mengembalikan kera agar tetap tinggal di alas kedaton dan tidak keluar habitatnya.

Secara sekala (alam nyata) kami sudah melakukan berbagai upaya. Secara niskala kami juga sudah nunas ica,katanya sambil berharap mudah-mudahan setelah berkaul, kera di Alas Kedaton bisa dikendalikan dan tidak keluyuran lagi dan marusak ke kebun warga. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami