Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
'Bojog' Alas Kedaton Masuk Kampung
Beritabali.com, Marga
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah merusak padi yang ada di sekitar objek wisata Alas Kedaton, giliran kebun warga Banjar Melalun dan Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan diserbu kera penghuni Alas Kedaton.
Ulah kera masuk kampung itu diduga karena populasi kera yang menghuni objek wisata alas kedaton yang menjadi habitatnya bertambah dengan pesat.
Penyebab lainnya diduga puluhan kera kerap merusak kebun warga dan menggasak buah pisang dan pepaya warga karena kelaparan.
Kera-kera alas kedaton yang mulai masuk kampung itu dibenarkan oleh Satria, warga Banjar Lodalang yang tinggal di utara Alas Kedaton.
Dikatakannya, selain menggasak pisang dan pepaya kera-kera liar itu juga mencuri telur ayam yang ada di kandang rumah warga.
Mungkin karena populasinya bertambah pesat jadi kera-kera itu mencari dan berebut makanan ke luar areal alas kedaton, jelasnya, hari ini (6/10).
Terhadap kondisi tersebut, pihaknya tak mau menyalahkan siapa pun.
"Badan pengeola obyek setahu saya sudah berbuat maksimal dengan menambah pemberikan makan. Mengingat populasi yang banyak, tentu saja mereka ada yang belum tersentuh makanan, sehingga mencari sendir ke luar areal hutan,paparnya.
Di lain pihak Bendesa Adat Kukuh, IGM Purnayasa, yang juga ketua pengelola objek wisata Alas Kedaton mengakui populasi monyet di Alas Kedaton memang meningkat.
Ia menapik dikatakan kera yang mulai masuk kampung karena kekurangan makanan.
Kami memberikan makanan sehari tiga kali. Jumlahnya sekitar tiga kuintal. Kami juga telah memberikan makanan tambahan yang jumlahnya sekitar 3 kuintal per hari, katanya.
Makanan yang diberikan bervariasi, berupa ketela, singkong, pisang, kacang dan padi.
Pihaknya juga menempuh jalan niskala (alam gaib) mengembalikan kera agar tetap tinggal di alas kedaton dan tidak keluar habitatnya.
Secara sekala (alam nyata) kami sudah melakukan berbagai upaya. Secara niskala kami juga sudah nunas ica,katanya sambil berharap mudah-mudahan setelah berkaul, kera di Alas Kedaton bisa dikendalikan dan tidak keluyuran lagi dan marusak ke kebun warga. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2523 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1944 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun