Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pasien Hamil Bertanya, Dokter Emosi Gebrak Meja
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran kesal diberondong pertanyaan oleh pasiennya, seorang dokter muda menggebrak meja. Ironisnya, pasiennya itu adalah seorang ibu hamil yang membutuhkan pertolongan lantaran akan melahirkan dan air ketubannya sudah habis.
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (7/10), kejadian memalukan ini terjadi ketika Neneng (26), warga Cupel, Negara datang ke rumah sakit setempat diantar oleh suaminya, Mulyono dan ibunya, Sahikah Suhasniah lantaran merasakan kalau buah hati yang dikandungnya akan segera lahir.
Setibanya di RSUD Negara, Neneng dengan sigap mendapatkan pertolongan, namun dia kehabisan cairan ketuban. Berbagai upaya dilakukan termasuk dengan memberikan cairan perangsang, namun tidak membuahkan hasil.
Lantaran belum juga melahirkan, dokter menyarankan agar Neneng dirujuk ke RSUP Sanglah agar bisa menjalani operasi lantaran dikatakan kalau RSUD Negara tidak ada peralatannya. Mendengar saran dokter tersebut, Neneng dan keluarganya panik lantaran keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan.
Di tengah kepanikan itu, Sahikah memberondong dokter muda itu dengan sejumlah pertanyaan. Diduga lantaran banyak bertanya, dokter ini tiba-tiba naik pitam lalu menggebrak meja yang ada di hadapannya.
Saya lupa nama dokternya itu tapi masih muda, sekarang sudah tidak ada, tidak tahu kemana,terang Sahikah yang mengaku ketakutan dengan ulah dokter tersebut.
Menurut Sahikah, dirinya banyak bertanya karena dirinya panik dan tidak paham dengan apa yang disampaikan dokter bersangkutan. Setelah berjam-jam terkatung-katung di RSUD Negara, akhirnya Sahikah dan Mulyono memilih menandatangani surat penolakan dirujuk ke RSUP Sanglah.
Usai meneken surat pernyataan tersebut, Neneng memilih untuk melahirkan di RS Dharma Sentana, Negara. Menurut keterangan salah satu bidan yang membantu persalinan Neneng mengatakan dokter itu kesal karena saat memberikan penjelasan omongannya selalu dipotong oleh Sahikah.
Belum tuntas dokter menjelaskan, dia (Sahikah) sudah memberondong pertanyaan,ujarnya.
Syukurnya, saat hendak meninggalkan RSUD Negara, Neneng dan keluarganya berpapasan dengan Direktur RSUD Negara, Gede Wiadnyana. Lalu Wiadnyana menanyakan duduk persoalannya.
Setelah dijelaskan, Wiadnyana menemui dokter yang menangani Neneng. Tidak lama berselang Wiadnyana datang lagi menemui keluarga Neneng dan dipersilahkan untuk kembali lagi lantaran persalinan Neneng bisa ditangani di RSUD Negara.
Ini terjadi miss saja,ujarnya. Wiadnyana juga mengatakan oknum dokter gebrak meja harus mendapatkan pengawasan. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan