Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasien Hamil Bertanya, Dokter Emosi Gebrak Meja

Beritabali.com, Negara

Rabu, 7 Oktober 2009, 07:01 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Lantaran kesal diberondong pertanyaan oleh pasiennya, seorang dokter muda menggebrak meja. Ironisnya, pasiennya itu adalah seorang ibu hamil yang membutuhkan pertolongan lantaran akan melahirkan dan air ketubannya sudah habis.


Dari informasi yang dihimpun, Rabu (7/10), kejadian memalukan ini terjadi ketika Neneng (26), warga Cupel, Negara datang ke rumah sakit setempat diantar oleh suaminya, Mulyono dan ibunya, Sahikah Suhasniah lantaran merasakan kalau buah hati yang dikandungnya akan segera lahir.

Setibanya di RSUD Negara, Neneng dengan sigap mendapatkan pertolongan, namun dia kehabisan cairan ketuban. Berbagai upaya dilakukan termasuk dengan memberikan cairan perangsang, namun tidak membuahkan hasil.


Lantaran belum juga melahirkan, dokter menyarankan agar Neneng dirujuk ke RSUP Sanglah agar bisa menjalani operasi lantaran dikatakan kalau RSUD Negara tidak ada peralatannya. Mendengar saran dokter tersebut, Neneng dan keluarganya panik lantaran keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan.

Di tengah kepanikan itu, Sahikah memberondong dokter muda itu dengan sejumlah pertanyaan. Diduga lantaran banyak bertanya, dokter ini tiba-tiba naik pitam lalu menggebrak meja yang ada di hadapannya.

Saya lupa nama dokternya itu tapi masih muda, sekarang sudah tidak ada, tidak tahu kemana,terang Sahikah yang mengaku ketakutan dengan ulah dokter tersebut.



Menurut Sahikah, dirinya banyak bertanya karena dirinya panik dan tidak paham dengan apa yang disampaikan dokter bersangkutan. Setelah berjam-jam terkatung-katung di RSUD Negara, akhirnya Sahikah dan Mulyono memilih menandatangani surat penolakan dirujuk ke RSUP Sanglah.



Usai meneken surat pernyataan tersebut, Neneng memilih untuk melahirkan di RS Dharma Sentana, Negara. Menurut keterangan salah satu bidan yang membantu persalinan Neneng mengatakan dokter itu kesal karena saat memberikan penjelasan omongannya selalu dipotong oleh Sahikah.

Belum tuntas dokter menjelaskan, dia (Sahikah) sudah memberondong pertanyaan,ujarnya.

Syukurnya, saat hendak meninggalkan RSUD Negara, Neneng dan keluarganya berpapasan dengan Direktur RSUD Negara, Gede Wiadnyana. Lalu Wiadnyana menanyakan duduk persoalannya.

Setelah dijelaskan, Wiadnyana menemui dokter yang menangani Neneng. Tidak lama berselang Wiadnyana datang lagi menemui keluarga Neneng dan dipersilahkan untuk kembali lagi lantaran persalinan Neneng bisa ditangani di RSUD Negara.


Ini terjadi miss saja,ujarnya. Wiadnyana juga mengatakan oknum dokter gebrak meja harus mendapatkan pengawasan. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami