Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BCC Dituntut Triliyunan Oleh IBM

Beritabali.com, Denpasar

Senin, 12 Oktober 2009, 21:01 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Black Canyon Cofee (BCC) di Jalan Teuku Umar Denpasar, kembali jadi bulan-bulanan. Pasca laporan puluhan mantan karyawan karena gaji mangkrak, BCC kembali disomasi Imperial Boga Makmur (IBM) dengan tuntuan 1,2 trilyun.



Seiring dengan tuntutan yang cukup mencegangkan itu, perwakilan belasan eks karyawan BCC yang direkrut oleh Mufid Wahyudi selaku Presdir BCC, Senin (12/10), mendatangi
Direktorat Reskrim Polda Bali,


Mantan karyawan dipanggil penyidik reskrim untuk menanyakan laporan awal, kata Direktur PT Imperial Boga Makmur, Samuel Kristianto, di Mapolda Bali, Senin (12/10).

Samuel mengatakan, somasi yang dilayangkan senilai Rp 1,2 triliyun, bukan gertak sambal. Sebab, pihaknya sudah sangat dirugikan karena sudah membangun BCC di Jl. Teuku Umar, Denpasar. Biaya yang sudah dihabiskan mencapai Rp 25 milyar, dan belum termasuk biaya moril 1 triliyun.



Saya rugi secara inmateriil. Harga diri saya, nama saya. Ini sudah dijelekkan. Saya sudah pasang iklan kemana-mana, tetapi kenapa dibekukan secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas?, sesal Samuel.



Yang teranyar, puluhan karyawan eks BCC yang dipecat secara mendadak, menuntut BCC dan meminta keadilan. Supaya gaji mereka dibayar, karena sudah teken kontrak selama dua tahun.

Tak ada penyelesaian, perusahaan yang telah direkrut itu, melaporkannya ke Direktorat Mapolda Bali, didampingi koordinator lapangan, Ari, belum lama ini.

Mereka tak puas puas dengan masa kerja kontrak yang baru berjalan beberapa bulan dan diputus secara mendadak. Ironinya, gaji mereka tidak dapatkan selama mereka bekerja.

Alasannya karena sudah membekukan rekanan kerja (Imperial milik Samuel). Pembekuan itu datang melalui surat yang dikirim oleh BCC tertanggal 16 September.


Tanggal 30 September, pihak BCC meminta bertemu dengan karyawan, tapi para karyawan sudah dipecat tanggal 26 September. Ada apa ini? Saya juga tidak diberitahukan
sebelumnya, ungkap Samuel. Samuel mengaku kecewa dan sudah melayangkan somasi ke BCC. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami