Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Baru 30% Penataan Nomor Rumah di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hingga memasuki akhir tahun ini, baru 30% dari luas Kota Denpasar yang mencapai 12.778 Ha yang sudah tertata nomor rumah atau bangunan.
Alotnya penataan penomoran rumah di Denpasar dikarenakan penggarapannya dilakukan secara bertahap. Penataan penomoran rumah atau bangunan ini dilakukan berdasarkan Perda nomor 12 tahun 1995 tentang pemberian nama jalan, taman, lapangan, bangunan dan penomoran rumah / bangunan.
Seperti yang diungkapkan oleh Ketut Bitra, Kabid Tata Lingkungan dan Bangunan pada Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar ditemui disela-sela sosialisasi penomoran rumah di Kantor Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (22/10).
Lanjut Bitra penataan penomoran rumah ini sudah dilakukan sejak tahun 1994 dengan sistem penataan satu lapis. Penataan penomoran rumah dengan system satu lapis ini berlangsung hingga memasuki tahun 2002.
Setelah dilakukan evaluasi atas sistem satu lapis penomoran rumah di tahun 2003 dilakukan dengan system penataan radius 200 m. Berdasarkan evaluasi akhirnya mulai tahun 2004 penomoran rumah menurut Bitra dilakukan dengan system blok. Sistem blok ini dibagi menjadi 8 dengan sub blok 16, namun tetap berdasarkan peta rencana tata ruang.
Diakui dengan adanya perkembangan kegiatan yang sangat pesat serta adanya perubahan fungsi bangunan, maka penomoran rumah/bangunan menjadi tidak teratur dan banyak yang berubah.
Untuk memasuki tahun ini penomoran rumah akan menyasar sub blok III/1 seluas 1400 Ha yang meliputi Kecamatan Denut (Desa Peguyangan Kaja, Desa Peguyangan Kangin, dan Kelurahan Tonja) sedangkan Kecamatan Dentim meliputi Desa Penatih, Desa Penatih Dangin Puri, dan Desa Kesiman Kertalangu. Diharapkan tahun depan penataan di blok III sudah bisa terlaksana.
"Guna menimalisasi terjadi kesalahan dalam penomoran terlebih dahulu pihaknya menurunkan tim untuk diadakan pemetaan langsung dilapangan pada setiap bangunan / kapling yang ada. Adapun peta dasar yang dipergunakan bersumber dari citra satelit quick bird tahun 2006," pungkas Bitra.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2295 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan