Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Bidan RSUD Sanjiwani Digerebek Pecalang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang bidan RSUD Sanjiwani, Gianyar, Ni Wayan Suartini (34) asal Petulu, Ubud, digerebek pecalang (pengamanan desa adat) serta suaminya ketika sedang asyik bersetubuh dengan selingkuhannya, di sebuah rumah kos di Banjar Batur, Bitera, Gianyar.
Menjelang penggerebegan, suami Suartini, I Wayan Bharata Yasa (35) tengah sembahyang di Pura Hyang Api, Klusa, Payangan. Tibatiba Wayan mendapatkan telpon dari pecalang Bitera.
Dalam komunikasi ditelpon tersebut terungkap kalau istrinya sedang bersama selingkuhannya di kamar kos.
Mendapatkan informasi ini, Wayan langsung ke TKP dan bersamasama pecalang kemudian mendobrak pintu kos.
Ketika pintu didobrak, sang istri tengah telanjang bulat dan sedangngejos (bersetubuh) dengan selingkuhannya, I Nyoman Bataliyono, salah satu guru olahraga di SDN 2 Petulu, Ubud.
Keduanya langsung diangkut ke Mapolsek Kota Gianyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Saya akan laporkan istri saya RSUD Sanjiwani, Dinas Kesehatan serta Bupati Gianyar, biar mereka jera, ungkap sang suami, Bharata Yasa.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan terungkap kalau sang istri sudah berhubungan dengan Bataliyono sejak setahun yang lalu.
Gelagat sang istri yang sudah memiliki tiga anak ini sebelumnya sudah diketahui oleh Wayan. Lantaran belum cukup bukti, Wayan belum berani menuduh dan mengambil tindakan.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3343 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 864 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan