Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bu Bidan Hindari Kamera, Pak Guru Ingin Damai

Minggu, 25 Oktober 2009, 17:19 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Bidan Ni Wayan Suartini (34) asal Petulu, Ubud, yang bekerja sebagai bidan di RSUD Sanjiwani Gianyar, menghindari kamera wartawan saat diperiksa di Mapolsek Kota Gianyar Minggu pagi. Sedangkan pasangan selingkuhnya mengaku menyesali perbuatannya.


Benih cinta sejak masa SD ternyata berlanjut di masa tua. Itulah gambaran kisah cinta antara Ni Wayan Suartini asal Petulu Ubud dengan selingkuhannya, I Nyoman Batalyono asal Buleleng yang mengajar di SD 2 Petulu, Ubud, Gianyar.


Berdasarkan hasil pemeriksaan di Mapolsek Kota Gianyar hari ini, terungkap kalau I Nyoman Batalyono sempat menjadi guru Suartini ketika masih duduk di bangku SD.



Begitu beranjak dewasa dan sudah membina rumah tangga, Suartini kesemsem dengan kejantanan mantan gurunya dan perselingkuhan pun terjadi.


Setelah setahun berhubungan, bertepatan dengan hari raya Kuningan, pasangan selingkuh ini akhirnya digerebek oleh jajaran Pecalang serta suaminya, I Wayan Bherata Yasa (35) di salah satu rumah kos wilayah Banjar Batur, Bitera, Gianyar.

Saat pintu kamar didobrak, keduanya sedang beradegan layak sensor dengan badan telanjang bulat.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pasangan ini diamankan di Mapolsek Kota Gianyar.

Dalam pemeriksaan di Mapolsek hari ini, Suartini nampak selalu menghindari bidikan kamera.

Mohon jangan pak, kami bisa depresi kalau dibeginikan,  ujarnya sambil menutup wajahnya.

Bukan hanya malu, Suartini nampak menangis histeris ketika dijenguk anak-anaknya ketika sedang menjalani pemeriksaan.

Beda selingkuhannya, I Nyoman Bataliyono, guru olah raga ini dengan jantan mengakui perbuatannya. Bahkan dirinya mengaku melakukan hubungan seks tersebut berdasarkan suka sama suka.

Kami melakukannya atas dasar suka sama suka,“ ujarnya polos.


Terus bagaimana pertanggungjawaban selanjutnya?

Kalau bisa damai dululah, soal yang lain belum kami pikirkan, dan kami sangat menyesali perbuatan yang kami lakukan, ungkapnya dengan terbuka kepada wartawan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/art



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami