Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Bu Bidan Hindari Kamera, Pak Guru Ingin Damai
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bidan Ni Wayan Suartini (34) asal Petulu, Ubud, yang bekerja sebagai bidan di RSUD Sanjiwani Gianyar, menghindari kamera wartawan saat diperiksa di Mapolsek Kota Gianyar Minggu pagi. Sedangkan pasangan selingkuhnya mengaku menyesali perbuatannya.
Benih cinta sejak masa SD ternyata berlanjut di masa tua. Itulah gambaran kisah cinta antara Ni Wayan Suartini asal Petulu Ubud dengan selingkuhannya, I Nyoman Batalyono asal Buleleng yang mengajar di SD 2 Petulu, Ubud, Gianyar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Mapolsek Kota Gianyar hari ini, terungkap kalau I Nyoman Batalyono sempat menjadi guru Suartini ketika masih duduk di bangku SD.
Begitu beranjak dewasa dan sudah membina rumah tangga, Suartini kesemsem dengan kejantanan mantan gurunya dan perselingkuhan pun terjadi.
Setelah setahun berhubungan, bertepatan dengan hari raya Kuningan, pasangan selingkuh ini akhirnya digerebek oleh jajaran Pecalang serta suaminya, I Wayan Bherata Yasa (35) di salah satu rumah kos wilayah Banjar Batur, Bitera, Gianyar.
Saat pintu kamar didobrak, keduanya sedang beradegan layak sensor dengan badan telanjang bulat.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pasangan ini diamankan di Mapolsek Kota Gianyar.
Dalam pemeriksaan di Mapolsek hari ini, Suartini nampak selalu menghindari bidikan kamera.
Mohon jangan pak, kami bisa depresi kalau dibeginikan, ujarnya sambil menutup wajahnya.
Bukan hanya malu, Suartini nampak menangis histeris ketika dijenguk anak-anaknya ketika sedang menjalani pemeriksaan.
Beda selingkuhannya, I Nyoman Bataliyono, guru olah raga ini dengan jantan mengakui perbuatannya. Bahkan dirinya mengaku melakukan hubungan seks tersebut berdasarkan suka sama suka.
Kami melakukannya atas dasar suka sama suka,“ ujarnya polos.
Terus bagaimana pertanggungjawaban selanjutnya?
Kalau bisa damai dululah, soal yang lain belum kami pikirkan, dan kami sangat menyesali perbuatan yang kami lakukan, ungkapnya dengan terbuka kepada wartawan.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan