Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rumah Tenggelam Disapu Air Bendungan

Senin, 26 Oktober 2009, 15:20 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kendati telah menerima ganti rugi atas tanah dan bangunannya yang masuk wilayah genangan air Bendungan Benel, Manistutu, Melaya namun I Gusti Komang Dapna dan I Gusti Putu Suartawan tetap membandel.

Akibatnya, saat hujan deras mengguyur, rumah keduanya tenggelam disapu air yang memenuhi bendungan yang baru saja diresmikan oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, Senin (12/10) lalu.


Dari pantauan di lokasi kejadian, Senin (26/10), hujan deras yang mengguyur Jembrana semalam suntuk sejak Minggu (25/10) hingga pagi tadi membuat rumah I Gusti Komang Dapna yang berdiri di atas lahan seluas 10 are tersebut hanya terlihat atapnya lantaran ketinggian air mencapai 3 meter.



Sedangkan dapurnya hanya kelihatan gentengnya saja. Ironisnya lagi, tempat suci milik Dapna yang terdiri tujuh bangunan sanggah malah tidak terlihat sama sekali.

Sementara, sebuah bangunan lumbung milik Dapna tidak terselamatkan lantaran telah dihanyutkan air. Selain rumah Dapna, rumah I Gusti Putu Suartawan yang lokasinya di atas rumah Dapna nyaris tergenang air lantaran ketinggian air bendungan tidak lebih dari semeter di bawah rumah tersebut.


Dari informasi beberapa warga yang tinggal di sekitar bendungan tersebut, kedua kepala keluarga tersebut terbilang membandel lantaran sudah sering diperingatkan untuk pindah.



Namun peringatan tersebut tidak diindahkan, mereka tetap bertahan sehingga hujan deras yang mengguyur semalam menenggelamkan salah satu rumah itu, ujar warga yang menolak menyebutkan namanya. Padahal, imbuhnya, kedua KK yang membandel tersebut telah menerima ganti rugi dalam jumlah yang cukup untuk pindah.

Sementara itu Dapna ketika ditemui di lokasi kejadian mengaku dirinya bersama seluruh keluarga tidak sedang ada di rumah yang tenggelam tersebut namun sedang berada di di rumah lainnya yang lokasinya di luar bendungan itu.

Rumah tersebut sudah tidak saya tempati lagi namun bangunan dan barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut belum sempat saya pindahkan, tandasnya.

Meski rumah yang terbenam air tersebut sudah tidak ditempatinya, Dapna mengaku menderita kerugian Rp. 20 juta lantaran dirinya tidak sempat memindahkan barang-barang yang ada di dalamnya.

Dapna pun mengaku telah menerima ganti rugi dari pihak pelaksana proyek sebesar Rp. 70 juta untuk segera pindah dari lokasi rumahnya yang merupakan daerah genangan air bendungan Benel.

Ketika ditanya mengapa masih membandel tinggal di lokasi yang berbahaya tersebut, Dapna mengaku masih menunggu jawaban usulan biaya pembongkaran.

Sementara, berkaca dari kejadian Dapna, Suartawan yang rumahnya juga terancam tergenang air bergegas mengosongkan rumahnya dan membongkarnya dengan bantuan warga.

Wakil Bupati Jembrana I Putu Artha yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian menyebutkan menyayangkan warganya yang masih membandel lantaran tidak mau pindah dari lokasi genangan air tersebut kendati telah menerima ganti rugi.

Saya minta warga yang masih tinggal di daerah genangan Bendungan Benel untuk segera pindah dan jangan coba-coba ingin memiliki kembali lahan yang sudah digunakan tersebut. Saya tidak ingin warga jadi korban air bendungan, pinta Artha. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami