Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Perampok Profesional, Tanpa Sidik Jari
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyelidikan kasus perampokan, Minggu (25/10) dinihari, di rumah boss gypsum, Sakroni (32) di Jalan Pulau Belitung, Denpasar Selatan, masih mentok. Pasalnya petugas tidak menemukan sidik jari yang melekat di rumah korban.
Sumber kepolisian mengatakan, dua pelaku itu tergolong profesional. Setelah dicek petugas, sidik jari dua pelaku tidak terdeteksi. Baik di kaca nako dan bahan material lainnya.
“Mereka sudah professional. Tidak ada sidik jari,†jelas sumber yang enggan disebut namanya.
Sidik jari itu akan terlihat jika pelaku memegang benda dalam waktu yang cukup lama atau secara terus menerus.
Apakah mereka memakai sarung tangan?
“Tidak, mereka tidak memakai sarung tangan,†jelasnya lagi.
Sumber juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan reka ulang untuk mengetahui modus pelaku dalam melakukan aksinya.
Dimana dalam reka ulang itu, akan diketahui darimana perampok masuk dan keluar setelah menjarah harta benda korban.
“ Tapi yang jelas, orang-orang yang kita curigai sudah kita buru,†paparnya.
Aksi perampokan Minggu (25/10) sekitar pukul 03.00 Wita di rumahnya Jalan Pulau Belitung, tepatnya di Perumahan Babakan Sari No 27 Denpasar Selatan.
Awalnya, korban yang asli Lombok ini sedang terlelap di rumahnya yang juga digunakan untuk industri pembuatan gypsum.
Rumah korban dimasuki dua perampok bercadar dan bercelurit. Pemili rumah Sakroni dan istrinya, Lia Asmuni (28), sempat diancam akan dibunuh kalau korban melawan.
Mendapat ancaman seperti itu, korban hanya pasrah saja dan rela harta bendanya dijarah. Diantaranya, 4 unit HP, perhiasan emas, 3 STNK, 3 buah jam tangan yang totalnya mencapai Rp 20 juta.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli