Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov Cairkan Lagi Dana Rp 1 Miliar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna menanggulangi serangan penyakit rabies di sejumlah kabupaten Bali akhir-akhir ini, Pemprov Bali kembali mencairkan dana bantuan sebesar Rp 1 milyar. Dana ini untuk mendukung pengadaan stok vaksin anti rabies (VAR).
"Ya, benar Pemprov Bali mencairkan lagi dana Rp 1 miliar untuk penanggulan rabies," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali, I Putu Suardhika, Kamis (29/10) di Kantor Gubernur, Renon.
Menurut Suardhika yang mantan Kepala Bagian Humas DPRD Bali ini, bila masih kekurangan dana, Pemprov akan menambah lagi, walaupun dana yang dianggarkan untuk rabies tahun ini mencapai Rp 7 miliar.
"Bila rabies makin tak terkendali, ya pastilah akan ada tambahan dana lagi," tandasnya, hanya saja dia tidak menyebutkan sumbernya.
Dari total dana Rp 7 miliar itu, kata Suardhika, Rp 5 miliar di antaranya diplot untuk mendukung operasional RS Sanglah dalam penanganan rabies.
Mengutip Kepala Dinas Kesehatan Bali, Suteja, Suardhika mengakui ada kendala dalam melakukan stok VAR jumlah banyak.
Pasalnya untuk menyimpannya diperlukan kondisi atau tempat yang bersuhu di bawah 8 derajat celcius, sementara masa inkubasi rabies sangat pendek.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun