Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bocah Diserang Anjing, Dapat Puluhan Jaritan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang bocah umur 7 tahun di Ubud diserang anjing tetangga. Akibatnya, bocah malang ini mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah dan harus mendapat puluhan jaritan.
Kadek Aprilia (7), seorang bocah asal Banjar Kengetan, Singekerta, Ubud tak menyangka akan menjadi korban keganasan anjing tetangganya. Saat asyik bermain, tiba-tiba saja Kadek diserang seekor anjing kampung milik tetangganya.
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan beritabali.com di RSUD Sanjiwani Gianyar, saat kejadian, Kadek sedang asyik bermain dengan teman-temannya di sekitar rumahnya.
“Tiba-tiba datang anjing dan langsung menyerang dan menggigitnya dengan ganas,†kata kata Ni Ketut Karni, orang tua korban.
Akibat serangan anjing itu, Kadek mengalami luka gigitan yang cukup parah pada bagian kepala dan pipi.
Setelah terkapar digigit anjing, para tetangganya langsung membawa Kadek ke bidan setempat kemudian dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar.
“ Anak kami kepalanya dijarit 16 dan pipinya 15,“ tambah Ni Ketut Karni, ketika ditemui di RSUD Sanjiwani.
Hingga kini Kadek masih dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Dokter juga sudah menyuntik Vaksis Anti Rabies (VAR) agar Kadek terhindar dari rabies.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun