Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pencinta Jalak Bali Usulkan Pipanisasi Air Masuk Hutan
Beritabali.com, Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Asosiasi Pelestari Curik Bali atau Jalak Bali merekomendasikan kepada Departemen Kehutanan untuk membuat pipanisasi sejauh 17 kilometer di kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat.
Pipanisasi tersebut bertujuan untuk mengalirkan air bagi ketersediaan air di musim kering untuk burung jalak Bali yang ada di Alam.
Baca juga:
Menyimak Sosok Samar di Karya Seni Made Kaek
Selain itu untuk membangun kawasan hijau bagi perbaikan habitat dan ketersediaan makanan bagi burung Jalak Bali di Alam.
Ketua Asosiasi Curik Bali Tony Samampaw pada keteranganya di Kuta, Selasa (17/11) menyatakan keterbatasan pakan dan kekeringan yang berkepanjangan di habitat aslinya menyebabkan jalak Bali bermigrasi masuk perkampungan dan ditangkap masyarakat. Apalagi kondisi habitat Jalak Bali di TNBB kini mengalami kerusakan.
â€Karena pada saat migrasi dia mendekati pemukiman yang dicuri orang. Itulah sebabnya setiap dilepas sejak tahun 70 , itu kan sudah dilepas lebih dari 200 ekor burung selalu hilang,†jelas Tony.
Tony Samampaw menyebutkan harga satu ekor burung Jalak Bali kini hanya mencapai Rp 7 juta per ekor. Sebelumnya harga Jalak Bali dapat mencapai Rp 50 juta rupiah.
Tony Samampaw menambahkan jumlah populasi Jalak Bali hasil penangkaran diluar habitat aslinya dapat mencapai 700-900 ekor. Sedangkan jumlah di alam di habitat aslinya hanya mencapai sekitar 80 ekor. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan