Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Korban Dibunuh Dengan Racun Sianida

Rabu, 18 November 2009, 19:02 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tewasnya dua karyawan pengolahan daging Titiles Candra dan Suparmi yang diduga terkena racun, menguak fakta baru. Racun yang mengendap di tubuh korban berjenis Sianida, sejenis racun hama.

Racun ini biasanya digunakan untuk membunuh nyamuk dan tikus, ungkap Kapoltabes Denpasar Kombes Gede Alit Widana, kepada wartawan Rabu (18/11) .

 

 

Untuk soal motif pembunuhan, Kapoltabes belum berani berkomentar. Alasannya, pihak kepolisian masih menyelidiki siapa pelakunya.

Tapi, hasil penyelidikan sementara, pihaknya memastikan kalau teh tersebut sengaja diberi racun oleh pelaku.
Ditanya soal saksi, Kapoltabes mengatakan, saksi saksi masih diperiksa dan jumlahnya banyak.


Di bagian lain, kepada wartawan, boss Titiles, Kuswanto mengatakan, pihaknya menyerahkan penanganan kasusnya ke polisi.

Kuswanto mengatakan, sebenarnya yang menjadi target pelaku dalam hal ini adalah adiknya, Arifin. Racun itu sengaja di taruh diminuman adiknya, untuk melenyapkan nyawa Arifin.

Menurutnya, kasus terjadi di dalam rumah dan bukan di areal perusahaan. Ia menuding pelakunya sangat kejam.

Kuswanto memastikan, kasus yang terjadi, pada Rabu (18/11) lalu, dilakukan oleh orang dalam dan kenal dekat dengan Arifin. Disinggung soal motif dan siapa pelakunya, Kuswanto mengatakan tidak tahu.


Saya curiga ada musuh dalam selimut, katanya.



Terpisah, Arifin juga sangat kaget karena dia menjadi sasaran. Ia pun tidak tahu menahu siapa orang yang berniat meracunnya. Pasalnya, selama ini dia tidak punya masalah dengan siapa pun, termasuk keluarga dekatnya.

Ia pun semakin yakin kalau pelakunya orang dekat dan mengenal dirinya. Alasannya, racun Sianida tersebut hanya diisi di gelas Arifin, yang setiap hari digunakannya untuk minum.

Padahal di dalam kulkas banyak gelas yang sudah diisi minuman teh celup Sosro, yang diakui Kuswanto dibeli di sebuah supermarket.

Racunnya hanya diisi di gelas saya, padahal gelas lain di kulkas banyak. Saya menduga, pelakunya kenal dengan saya dan mau membunuh saya, terangnya.

Akibatnya, saat meminum seteguk, dia merasakan pahit dan pusing pusing dan jatuh pingsan. Arifin merasakan detak jantungnya kencang dan dia pun dilarikan ke rumah sakit Udayana bersama Selvi, Candra dan Suparmi.


Nahas, Candra dan Suparmi meminum terlalu banyak dan kemudian meninggal dunia di rumah sakit RS Udayana dan RSUP Sanglah. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami