Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Sehari, Tiga Mati Konyol Di Jalan Raya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sungguh tragis! dalam sehari, tiga nyawa melayang sia sia, akibat kecelakaan lalulintas di jalan raya. Para korbannya kebanyakan para pelajar berusia 16 tahun.
Kesadaran berlalulintas sangat dibutuhkan untuk memberikan keselamatan diri sendiri. Jika tidak, bahaya akan mengancam setiap waktu.
Fakta teranyar yang berhasil dihimpun, rata-rata penyebab kematian karena bersikap ugal-ugalan di jalan raya dan kurangnya disiplin berlalu-lintas.
Dengan kondisi seperti, yang dibutuhkan adalah menempatkan standar keselamatan yang akan dirumuskan dalam kurikulum di sekolah.
Menurut Direktur Lantas Polda Bali Kombes Bambang Sugeng, kondisi lalulintas sekarang ini sangat memprihatinkan. Bayangkan saja, dalam sehari sedianya, dua hingga 3 nyawa melayang sia sia di jalan raya. Mayoritas yang meninggal di jalan raya berusia 16 tahun hingga 24 tahun.
“Kecelakaan dikarenakan tidak ada disiplin pengguna jalan,†ungkapnya. Tak hanya itu, factor penyebab terjadinya kecelakaan akibat bertambahnya jumlah kendaraan yang setiap tahun meningkat. Rinciannya, pertambahan kendaraan bisa mencapai lebih dari 7.000 unit per bulan dengan 5.000 unitnya adalah kendaraan roda dua.
Dijelaskannya lagi, kondisi jalan lebar yang sudah sangat maksimal, juga sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengendara.
Didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar, Kombes Bambang mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban akibat kecelakaan lalulintas. Yakni menyusun draf soal standar keselamatan dalam berkendara yang akan dimasukkan dalam kurikulum di sekolah.
Ditegaskannya Draf untuk itu sudah ada, tinggal MoU saja.
“Pendekatan dengan Dinas Pendidikan Bali agar bisa memasukan program lalu lintas dalam kurikulum sekolah juga sudah kita lakukan,†tuturnya
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli