Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Disnak Bali Waspadai Penularan Rabies Pada Kera
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Peternakan Bali mewaspadai kemungkinan penularan rabies dari anjing ke kera di kawasan wisata di Bali. Namun sampai saat ini dari hasil pemantauan Dinas Peternakan bali belum ditemukan adanya penularan rabies dari anjing ke kera di obyek wisata di Bali.
Kewaspadaai ini dilakukan mengingat telah terjadi penularan rabies dari anjing kepada sapi di Kabupaten Tabanan. Selain itu 7 kabupaten kota dari 9 kabupaten kota di Bali telah tertular rabies.
Kepala Dinas Peternakan Ida Bagus Alit dalam keteranganya di Denpasar (27/11) mengakui telah merekomendasikan kepada kabupaten/kota yang memiliki obyek wisata kera seperti Badung, Tabanan, Bangli dan Buleleng untuk meningkatkan pengawasan di sekitar obyek wisata.
â€Di perbatasan obyek kera, seluruh anjingnya divaksin atau yang tidak dipelihara itu di eleminasi, karena kalau keranya tertular maka akan tidak ada wisatawan, masyarakatnya juga rugi,†kata Ida Bagus Alit
Ida Bagus Alit menyatakan, guna penanggulangan rabies, Dinas Peternakan Bali kembali menyalurkan vaksin untuk anjing ke seluruh kabupaten kota di Bali dengan jumlah vaksin mencapai 200.000 dosis vaksin. Selain itu Dinas Peternakan Bali juga masih memiliki stok vaksin hingga 300.000 dosis vaksin.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2258 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 951 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun