Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Umat Hindu Bantu Potong Hewan Qurban
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kerukunan antar umat beragama ditunjukkan warga di Desa Pekraman Padangsambian, Denpasar, saat hari raya Idul Adha hari ini (27/11/2009). Di desa ini, umat Hindu ikut membantu umat Muslim saat memotong hewan qurban dan membagi daging kurban kepada warga.
Kegiatan pemotongan hewan kurban di Desa Pekraman Padangsambian Denpasar ini sudah mulai dilakukan warga sejak pagi hari. Selain umat Muslim, pemotongan hewan kurban di desa ini juga diikuti sejumlah umat Hindu.
Sebanyak 200 ekor kambing dan 60 ekor sapi dipotong pada perayaan Idul Adha kali ini. Ratusan sapi dan kambing yang dipotong tersebut kemudian dibagi menjadi sekitar 5000 paket daging kurban untuk dibagi kepada warga khususnya kaum duafa atau miskin.
Selain ikut membantu memotong hewan kurban, umat Hindu Bali di desa ini juga ikut membantu mendistribusikan daging kurban. Selain kepada umat muslim kurang mampu, daging kurban juga dibagikan kepada umat non muslim dan penderita cacat.
“ Ini merupakan bentuk kepedulian kami warga umat Hindu di Desa Padangsambian kepada umat agama lain. Ini juga kita lakukan kepada umat agama lain seperti Kristen atau Budha,†ujar Anak Agung Bagus Suryawan, Bendesa Adat Padangsambian.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2258 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 951 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun