Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Lahan Kritis di Bali Mencapai 26.700 Hektar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penanganan lahan kritis di Bali yang saat ini masih tersisa 26.700 Ha cukup berat dan penuh tantangan. Bahkan Kepala Dinas Kehutanan Bali, AA Ngurah Buana mengaku pesimistis bisa tuntas dalam lima tahun ke depan.
"Saya pesimis penanganan lahan kritis bisa tuntas dalam lima tahun ke depan," aku Buana saat dihubungi di ruang kerjanya, Jumat (11/12).
Alasan Buana, karena terhentinya program gerakan rehabilitasi hutan dan lahan (gerhan). Padahal, program gerhan itulah yang sangat membantu dalam penanganan lahan kritis, sebab selain menggunakan dana reboiisasi juga operasionalnya langsung dilakukan di masing-masing kabupaten.
Tahun ini, dalam kurun waktu sejak Februari sampai Oktober, kata Buana, pihaknya bersama pihak terkait sudah berhasil menanam pohon sebanyak 1. 826.000 bibit berbagai jenis pohon.
Dibanding data tahun 2004, luas lahan kritis di Bali masih mencapai 55.313 Ha, tersebar di luar kawasan hutan seluas 22.925 Ha, dan 32.388 Ha berada di dalam kawasan hutan.
Namun berkat dibantu program gerhan, sejak 2004 sampai 2008 berhasil dilakukan usaha-usaha rehabilitasi seluas 28.520 Ha lahan kritis.
Disamping itu juga diserahkan bibit pohon kepada masyarakat sebanyak 1.612.500 batang yang setara dengan 4.030 Ha, yang pendanaannya bersumber dari APBN, APBD dan hibah dari lembaga luar.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan