Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Lahan Kritis di Bali Mencapai 26.700 Hektar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penanganan lahan kritis di Bali yang saat ini masih tersisa 26.700 Ha cukup berat dan penuh tantangan. Bahkan Kepala Dinas Kehutanan Bali, AA Ngurah Buana mengaku pesimistis bisa tuntas dalam lima tahun ke depan.
"Saya pesimis penanganan lahan kritis bisa tuntas dalam lima tahun ke depan," aku Buana saat dihubungi di ruang kerjanya, Jumat (11/12).
Alasan Buana, karena terhentinya program gerakan rehabilitasi hutan dan lahan (gerhan). Padahal, program gerhan itulah yang sangat membantu dalam penanganan lahan kritis, sebab selain menggunakan dana reboiisasi juga operasionalnya langsung dilakukan di masing-masing kabupaten.
Tahun ini, dalam kurun waktu sejak Februari sampai Oktober, kata Buana, pihaknya bersama pihak terkait sudah berhasil menanam pohon sebanyak 1. 826.000 bibit berbagai jenis pohon.
Dibanding data tahun 2004, luas lahan kritis di Bali masih mencapai 55.313 Ha, tersebar di luar kawasan hutan seluas 22.925 Ha, dan 32.388 Ha berada di dalam kawasan hutan.
Namun berkat dibantu program gerhan, sejak 2004 sampai 2008 berhasil dilakukan usaha-usaha rehabilitasi seluas 28.520 Ha lahan kritis.
Disamping itu juga diserahkan bibit pohon kepada masyarakat sebanyak 1.612.500 batang yang setara dengan 4.030 Ha, yang pendanaannya bersumber dari APBN, APBD dan hibah dari lembaga luar.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman