Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sebelum Tewas, Karni Mengamuk dan Kejang-Kejang

Sabtu, 12 Desember 2009, 19:09 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Setelah menjalani perawatan intesif di ruang flamboyan RSUD Tabanan, sejak tiga hari lalu, pasien suspect rabies Ni Ketut Karni (45) akhirnya meninggal dunia, Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita (12/12)

Penuturan suami korban, I Wayan Suantia (55) yang ditemui di rumah duka Banjar Alang, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, sebelum ajal menjemput istrinya sempat meronta dan memaki-maki dirinya.

Istri saya seperti orang bingung, ia sempat mengamuk apalagi saat diberi obat oleh perawat. Karena terus ngamuk saya terpaksa mengikat tubuh istri saya, jelasnya.

Masih menurutnya, detik-detik terakhir ketika maut menjemput, kondisi istrinya semakin parah, kejang-kejang dan dari mulutnya keluar cairan berwarna putih seperti busa.

Saya pasrahkan semuanya kepada Tuhan, jelasnya lirih.

Ditambahkan, istrinya pernah digigit anjing sekitar bulan September 2009 lalu di Jalan Rajawali, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

Saat itu istrinya sedang berjualan keliling, ketika melintas di salah satu rumah langganannya, digigit anjing yang beranak. Akibatnya kaki kanannya terluka dan mengeluarkan darah.

Luka akibat gigitan anjing tersebut sudah dicucinya dengan air dan sabun. Bahkan sempat dibawa ke seorang mantri. Setelah disuntik mantri, luka akibat gigitan anjing berangsur sembuh.


Namun hari Kamis pagi (10/12) lalu, istrinya mengeluh sakit pinggang. Ia bersama keluarganya kemudian membawa istrinya ke RSUD Tabanan. Usai mendapatkan perawatan dan pengobatan di rumah sakit, istrinya kemudian dipersilahkan pulang.

Tidak ada pernyataan dari rumah sakit yang menyatakan istri saya mengidap gejala rabies, jelasnya.

Namun, sore hari istrinya kembali mengeluh sakit pinggang ditambah sakit kepala dan sesak napas. Keluarganya kemudian membawanya lagi ke RSUD Tabanan sore ini. Sejak Kamis itulah, istrinya harus menjalani perwatan intensif di RSUD Tabanan.

Istri saya sejak dirawat di rumah sakit, kadang-kadang trauma lihat air. Sempat ia minta minuman kaleng dan saya belikan yang kemudian diminumnya habis setengah botol, tuturnya.

Namun mejelang ajalnya menjemput, istrinya tampak gelisah meronta, kemudian teriak-teriak, ajal pun akhirnya menjemput istri tercintanya.

Setelah dinyatakan meninggal, saya sendiri yang membersihkan cairan busa yang keluar dari mulut istri saya, jelasnya sedih. Rencananya, korban dikubur hari Senin 14/12 mendatang di kuburan desa setempat.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Tindakan RSUD Tabanan, Dr Gd Sudiarta mengatakan pada kunjungan pertama korban ke RSUD Tabanan memang tidak ada indikasi tanda-tanda rabies sehingga pihaknya memulangkan korban.

Namun ketika kunjungan kedua, korban mengidap tanda-tanda suspect rabies sehingga harus dirawat intensif di ruang flamboyan.

Untuk sementara dugaan kuat korban positif meninggal karena rabies, pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami