Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Cewek Café Jalani Tes HIV/AIDS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah diciduk Satpol PP Jembrana pada operasi kependudukan, Minggu (13/12) sore, sebanyak 13 orang yang berprofesi sebagai cewek cafà dites darah. Darah yang diambil akan diperiksa apakah terjangkit virus HIV/AIDS atau tidak.
Ruang tunggu di Markas Satpol PP Jembrana, Senin (14/12) tampak ramai dengan belasan cewek cafà yang sedang menunggu giliran untuk diperiksa sample darahnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Kessos) Jembrana.
Mungkin karena takut melihat jarum suntik menancap di lengannya, para wanita pekerja cafà itu tampak meringis sambil memejamkan mata maupun menutup wajahnya.
Tidak saja pelayan café, WH, yang bekerja sebagai cleaning service di café Tunjung Laut juga diperiksa sampel darahnya. Hanya saja urung dilakukan karena duktang asal Banyuwangi, Jatim memilih ngacir ketika petugas hendak mengambil sampel darahnya.
Maaf Pak, saya sama sekali tidak berani dengan jarum suntik. Soalnya sejak kecil sampai tua memang tidak pernah disuntik, ujar pria yang mengaku baru dua minggu bekerja di café tersebut.
WH menjamin kalau dirinya terbebas dari virus HIV/AIDS karena dirinya hanya bekerja sebagai cleaning service.
“Saya bekerja di café sebagai tukang bersih-bersih dengan istri saya, apalagi saya sudah tua, tidak mungkin saya berbuat yang aneh-aneh. Saya jamin tidak terkena HIV/AIDS,“ katanya.
Kepala Dinas Kessos, dr. I Putu Suasta mengatakan hasil zero survey akan diketahui dalam waktu sekitar 2 minggu dan dijamin kerahasiaannya.
“Jika ada sampel darah yang ternyata positif HIV/AIDS, kita lakukan pemeriksaan orang per orang melalui konseling di klinik VCT,“ jelasnya.
Suasta menambahkan dari data kumulatif yang dihimpun oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Jembrana, sejak tahun 2005 tercatat sudah 168 orang yang teridentifikasi mengidap virus HIV maupun telah dinyatakan positif mengidap AIDS.
Dari jumlah tersebut, ada yang telah positif AIDS dan juga yang sudah meninggal, bebernya.
Kasi Operasional Trantib Satpol PP Jembrana, I Made Tarma seijin Kasatpol PP, I Ketut Wiratma, Senin (14/12) mengungkapkan 13 orang pelayan café yang diperiksa sampel darahnya masing-masing Dar (26), RA (22) dan FES (21), ketiganya asal Banyuwangi, Jatim yang terciduk di café Metro.
Sementara lima orang lagi diciduk di café Tunjung Laut, masing-masing Y (18) asal Banyuwangi, Nur (21) asal Pasuruan, YY (29) asal Banyuwangi, RS (17) asal Tabanan, Bali dan WH (50), asal Banyuwangi yang mengaku bekerja sebagai cleaning service di café tersebut.
Sedangkan di café Jegeg, terciduk enam orang cewek cafà masing-masing K (34), LH (17), SD (22) dan Har (22), keempatnya asal Banyuwangi serta SA (22) asal Probolinggo dan Rup (33) asal Jember.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2743 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun