Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cewek Café Jalani Tes HIV/AIDS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah diciduk Satpol PP Jembrana pada operasi kependudukan, Minggu (13/12) sore, sebanyak 13 orang yang berprofesi sebagai cewek cafà dites darah. Darah yang diambil akan diperiksa apakah terjangkit virus HIV/AIDS atau tidak.
Ruang tunggu di Markas Satpol PP Jembrana, Senin (14/12) tampak ramai dengan belasan cewek cafà yang sedang menunggu giliran untuk diperiksa sample darahnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Kessos) Jembrana.
Mungkin karena takut melihat jarum suntik menancap di lengannya, para wanita pekerja cafà itu tampak meringis sambil memejamkan mata maupun menutup wajahnya.
Tidak saja pelayan café, WH, yang bekerja sebagai cleaning service di café Tunjung Laut juga diperiksa sampel darahnya. Hanya saja urung dilakukan karena duktang asal Banyuwangi, Jatim memilih ngacir ketika petugas hendak mengambil sampel darahnya.
Maaf Pak, saya sama sekali tidak berani dengan jarum suntik. Soalnya sejak kecil sampai tua memang tidak pernah disuntik, ujar pria yang mengaku baru dua minggu bekerja di café tersebut.
WH menjamin kalau dirinya terbebas dari virus HIV/AIDS karena dirinya hanya bekerja sebagai cleaning service.
“Saya bekerja di café sebagai tukang bersih-bersih dengan istri saya, apalagi saya sudah tua, tidak mungkin saya berbuat yang aneh-aneh. Saya jamin tidak terkena HIV/AIDS,“ katanya.
Kepala Dinas Kessos, dr. I Putu Suasta mengatakan hasil zero survey akan diketahui dalam waktu sekitar 2 minggu dan dijamin kerahasiaannya.
“Jika ada sampel darah yang ternyata positif HIV/AIDS, kita lakukan pemeriksaan orang per orang melalui konseling di klinik VCT,“ jelasnya.
Suasta menambahkan dari data kumulatif yang dihimpun oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Jembrana, sejak tahun 2005 tercatat sudah 168 orang yang teridentifikasi mengidap virus HIV maupun telah dinyatakan positif mengidap AIDS.
Dari jumlah tersebut, ada yang telah positif AIDS dan juga yang sudah meninggal, bebernya.
Kasi Operasional Trantib Satpol PP Jembrana, I Made Tarma seijin Kasatpol PP, I Ketut Wiratma, Senin (14/12) mengungkapkan 13 orang pelayan café yang diperiksa sampel darahnya masing-masing Dar (26), RA (22) dan FES (21), ketiganya asal Banyuwangi, Jatim yang terciduk di café Metro.
Sementara lima orang lagi diciduk di café Tunjung Laut, masing-masing Y (18) asal Banyuwangi, Nur (21) asal Pasuruan, YY (29) asal Banyuwangi, RS (17) asal Tabanan, Bali dan WH (50), asal Banyuwangi yang mengaku bekerja sebagai cleaning service di café tersebut.
Sedangkan di café Jegeg, terciduk enam orang cewek cafà masing-masing K (34), LH (17), SD (22) dan Har (22), keempatnya asal Banyuwangi serta SA (22) asal Probolinggo dan Rup (33) asal Jember.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2610 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan