Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Penuh Luka, Warga Panji Terkapar di Pinggir Jalan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Baktiseraga Kecamatan Buleleng digegerkan dengan sesosok tubuh laki-laki yang terkapar di persimpangan Desa Baktiseraga dengan tubuh penuh luka. Diduga kuat laki-laki tersebut menjadi korban aksi pengeroyokan.
Diduga kuat menjadi korban aksi penganiayaan, I Gusti Nyoman Jujur (43), warga Dusun Dauh Pura, Desa Panji Kecamatan Sukasada, Minggu malam ditemukan tidak sadarkan diri dengan tubuh terkapar dan penuh luka di sekitar persimpangan Dusun Galiran Desa Baktiseraga.
Hingga Senin (21/12) masih menjalani perawatan intensif di RSU Buleleng.
Polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kondisi korban yang ditemukan dengan penuh luka, dari kondiri tersebut korban diduga mengalami luka serius akibat penganiayaan, ujar Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Korban Gusti Nyoman Jujur yang ditemukan terkapar di simpang Desa Baktiseraga pertama kali oleh I Gusti Ngurah Adi Sudarma dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tubuh penuh luka, sehingga dilaporkan ke Mapolres Buleleng.
Ditemukan sudah tidak sadarkan diri, tergeletak di pinggir jalan, papar Sudirsa.
Sebelum kasus tersebut dilaporkan ke polisi, saksi I Gusti Adi Sudarma (21) bersama beberapa temannya langsung memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa ke RSU Buleleng untuk mendapat penanganan medis.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5419 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2285 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1072 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan