Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
20.600 Manusia Digigit Anjing, 22 Tewas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Propinsi Bali mengajukan bantuan Serum Anti Rabies (SAR) sebanyak 200 dosis kepada Departemen Kesehatan untuk membantu korban gigitan anjing yang masuk dalam kategori parah. Pengajuan permohonan bantuan SAR ini untuk memenuhi cadangan SAR di Bali yang kini hanya berjumlah 50 dosis.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja pada keterangannya di Renon, Senin (28/12) menyatakan permohonan bantuan serum juga didasarkan pada meningkatnya kasus gigitan anjing di Bali.
Terutama kasus gigitan pada bagian badan keatas. Walaupun pemberian serum pada pasien gigitan anjing dilakukan secara selektif.
Penggunaannya selektif bagi mereka yang digigit dengan luka yang cukup dalam dan robek. Memang sulit mencari. Kita hanya antisipasi, akan diberikan bila ada tamu yang mengalami luka serius, kata dr. Nyoman Sutedja.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali dr. Nyoman Sutedja menyebutkan sejak kasus rabies ditemukan pertama kali di Bali pada November 2008 tercatat telah terjadi sekitar 20.600 gigitan anjing pada manusia.
Dari jumlah kasus gigitan tersebut 22 orang telah meninggal dunia dan hanya 4 orang yang baru terkonfirmasi positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. (mlt)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan