Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
20.600 Manusia Digigit Anjing, 22 Tewas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Propinsi Bali mengajukan bantuan Serum Anti Rabies (SAR) sebanyak 200 dosis kepada Departemen Kesehatan untuk membantu korban gigitan anjing yang masuk dalam kategori parah. Pengajuan permohonan bantuan SAR ini untuk memenuhi cadangan SAR di Bali yang kini hanya berjumlah 50 dosis.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja pada keterangannya di Renon, Senin (28/12) menyatakan permohonan bantuan serum juga didasarkan pada meningkatnya kasus gigitan anjing di Bali.
Terutama kasus gigitan pada bagian badan keatas. Walaupun pemberian serum pada pasien gigitan anjing dilakukan secara selektif.
Penggunaannya selektif bagi mereka yang digigit dengan luka yang cukup dalam dan robek. Memang sulit mencari. Kita hanya antisipasi, akan diberikan bila ada tamu yang mengalami luka serius, kata dr. Nyoman Sutedja.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali dr. Nyoman Sutedja menyebutkan sejak kasus rabies ditemukan pertama kali di Bali pada November 2008 tercatat telah terjadi sekitar 20.600 gigitan anjing pada manusia.
Dari jumlah kasus gigitan tersebut 22 orang telah meninggal dunia dan hanya 4 orang yang baru terkonfirmasi positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. (mlt)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan