Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
20.600 Manusia Digigit Anjing, 22 Tewas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Propinsi Bali mengajukan bantuan Serum Anti Rabies (SAR) sebanyak 200 dosis kepada Departemen Kesehatan untuk membantu korban gigitan anjing yang masuk dalam kategori parah. Pengajuan permohonan bantuan SAR ini untuk memenuhi cadangan SAR di Bali yang kini hanya berjumlah 50 dosis.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja pada keterangannya di Renon, Senin (28/12) menyatakan permohonan bantuan serum juga didasarkan pada meningkatnya kasus gigitan anjing di Bali.
Terutama kasus gigitan pada bagian badan keatas. Walaupun pemberian serum pada pasien gigitan anjing dilakukan secara selektif.
Penggunaannya selektif bagi mereka yang digigit dengan luka yang cukup dalam dan robek. Memang sulit mencari. Kita hanya antisipasi, akan diberikan bila ada tamu yang mengalami luka serius, kata dr. Nyoman Sutedja.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali dr. Nyoman Sutedja menyebutkan sejak kasus rabies ditemukan pertama kali di Bali pada November 2008 tercatat telah terjadi sekitar 20.600 gigitan anjing pada manusia.
Dari jumlah kasus gigitan tersebut 22 orang telah meninggal dunia dan hanya 4 orang yang baru terkonfirmasi positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. (mlt)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun