Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dikira Mayat Mengapung, Warga Banten Diamankan

Beritabali.com, Gilimanuk

Kamis, 31 Desember 2009, 15:10 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Keinginan Ari Sutisna (33) untuk menuntaskan aksi sosialnya menyeberangi Selat Bali untuk menyambut tahun baru 2010 pupus. Pasalnya, ketika sedang beristirahat dengan mengapungkan diri di tengah Selat Bali, warga Kapling Jatiraya, RT 05 RW 12 Desa Cilangkahan Malimping, Lebak, Banten Selatan diselamatkan oleh KMP Gilimanuk 1 karena dikira mayat mengapung.

Dari informasi yang dihimpun, Kamis (31/12) menyebutkan Sutisna memang memiliki cara tersendiri untuk melepas kepergian tahun 2009, yakni berenang menyeberangi Selat Bali.

Setelah tiba di Gilimanuk seusai berjalan kaki dari Kediri, Tabanan, Sutisna memutuskan untuk berenang mengarungi Selat Bali yang dimulai dari Pura Segara, Gilimanuk.

Di tengah perjalanan, kuatnya arus Selat Bali membuat Sutisna kelelahan dan memutuskan istirahat dengan mengapungkan diri di tengah laut. Saat mengapung itulah, ABK KMP Gilimanuk 1 melihatnya dan mengira sebagai mayat yang mengapung.

Melihat ada orang mengapung, ABK kemudian berusaha menyelamatkannya dan melapor ke KP3 Laut Gilimanuk. Setelah diselamatkan, Sutisna dibawa ke Kantor KP3 Gilimanuk untuk dimintai keterangan.

“Saya memang bertekad melakukan aksi sosial berjalan kaki sejauh 2010 tanpa menggunakan kendaraan atau kapal untuk menyambut tahun baru. Makanya saya berenang,” ungkapnya.

Selain berjalan kaki dan berenang menyeberangi Selat Bali, Sutisna mengaku akan mengadakan aksi sosial yang semuanya merujuk angka 2010.

“Diantaranya saya akan membagikan bubur merah dan kacang hijau kepada 2010 orang dan bagi-bagi 2010 telur untuk anggota polisi. Semuanya sudah tercatat dalam buku agenda saya,” ungkapnya.

Kepala KP3 Laut Gilimanuk, AKP I Nyooman Suparta, seizin Kapolres Jembrana AKBP R Ahhmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi, Kamis (31/12) mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan aksi sosial yang dilakukan Sutisna hanya saja pihaknya menyayangkan cara Sutisna menyeberangi Selat Bali dengan berenang karena dapat mengancam keselamatan jiwanya mengingat arus di selat pemisah pulau Bali dan Jawa itu sangat deras.

“Daripada dia menjadi korban karena kehabisan tenaga makanya kita lakukan langkah penyelamatan. Nanti setelah kondisinya membaik, dia langsung kita pulangkan,” terang Suparta. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami