Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dikira Mayat Mengapung, Warga Banten Diamankan
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keinginan Ari Sutisna (33) untuk menuntaskan aksi sosialnya menyeberangi Selat Bali untuk menyambut tahun baru 2010 pupus. Pasalnya, ketika sedang beristirahat dengan mengapungkan diri di tengah Selat Bali, warga Kapling Jatiraya, RT 05 RW 12 Desa Cilangkahan Malimping, Lebak, Banten Selatan diselamatkan oleh KMP Gilimanuk 1 karena dikira mayat mengapung.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (31/12) menyebutkan Sutisna memang memiliki cara tersendiri untuk melepas kepergian tahun 2009, yakni berenang menyeberangi Selat Bali.
Setelah tiba di Gilimanuk seusai berjalan kaki dari Kediri, Tabanan, Sutisna memutuskan untuk berenang mengarungi Selat Bali yang dimulai dari Pura Segara, Gilimanuk.
Di tengah perjalanan, kuatnya arus Selat Bali membuat Sutisna kelelahan dan memutuskan istirahat dengan mengapungkan diri di tengah laut. Saat mengapung itulah, ABK KMP Gilimanuk 1 melihatnya dan mengira sebagai mayat yang mengapung.
Melihat ada orang mengapung, ABK kemudian berusaha menyelamatkannya dan melapor ke KP3 Laut Gilimanuk. Setelah diselamatkan, Sutisna dibawa ke Kantor KP3 Gilimanuk untuk dimintai keterangan.
“Saya memang bertekad melakukan aksi sosial berjalan kaki sejauh 2010 tanpa menggunakan kendaraan atau kapal untuk menyambut tahun baru. Makanya saya berenang,” ungkapnya.
Selain berjalan kaki dan berenang menyeberangi Selat Bali, Sutisna mengaku akan mengadakan aksi sosial yang semuanya merujuk angka 2010.
“Diantaranya saya akan membagikan bubur merah dan kacang hijau kepada 2010 orang dan bagi-bagi 2010 telur untuk anggota polisi. Semuanya sudah tercatat dalam buku agenda saya,” ungkapnya.
Kepala KP3 Laut Gilimanuk, AKP I Nyooman Suparta, seizin Kapolres Jembrana AKBP R Ahhmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi, Kamis (31/12) mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan aksi sosial yang dilakukan Sutisna hanya saja pihaknya menyayangkan cara Sutisna menyeberangi Selat Bali dengan berenang karena dapat mengancam keselamatan jiwanya mengingat arus di selat pemisah pulau Bali dan Jawa itu sangat deras.
“Daripada dia menjadi korban karena kehabisan tenaga makanya kita lakukan langkah penyelamatan. Nanti setelah kondisinya membaik, dia langsung kita pulangkan,” terang Suparta. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun