Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasien Tabanan Minta VAR Ke Jembrana

Rabu, 6 Januari 2010, 20:09 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kadek Januraga (9) nyaris kehilangan nyawanya setelah usaha keluarganya memperoleh Vaksin Anti Rabies (VAR) di RSUD Tabanan dan RSUP Sanglah menemui jalan buntu. Nyawa bocah asal Kerambitan, Tabanan ini terselamatkan setelah RSUD Negara menyuntikkan vaksin anti rabies ke tubuh bocah malang itu.

Informasi yang diperoleh Rabu (6/12) menyebutkan Made Januraga datang ke RSUD Negara, Selasa (5/1) sekitar pukul 22.00 diantar orang tua dan sejumlah kerabatnya dengan wajah yang menyiratkan kekhawatiran.

Pasalnya, bocah malang ini mengaku digigit anjing dan sangat takut terjangkit rabies yang sedang melanda Tabanan. Menurut seorang sumber di RSUD Negara, Januraga datang ke Negara untuk memperoleh VAR karena stok VAR di RSUD Tabanan dikatakan sudah habis.

“Setelah tidak dapat di Tabanan mereka menuju Sanglah, namun juga dikatakan habis,” ujar salah seorang petugas medis di RSUD Negara yang ikut menangani Januraga.

Sumber tersebut mengatakan ketika tiba di RSUD Negara, keluarga Januraga sangat khawatir dengan kondisi Januraga pasca digigit anjing.

“Mereka mengaku khawatir akan keselamatan Januraga karena di Tabanan sudah banyak korban meninggal karena rabies. Karena mereka datang untuk berobat, kita layani mereka sebaik-baiknya,” ujar sumber tersebut.

Sumber itu juga mengungkapkan untuk memperoleh VAR di RSUD Negara, Januraga tidak dikenakan biaya. “Kita tidak mengenakan biaya vaksin kepada pasien itu,” terangnya.

Sementara itu Agus, seorang kerabat korban mengaku Januraga digigit anjing pada sore harinya sekitar pukul 17.00 di rumahnya.

“Kami segera bawa ke rumah sakit Tabanan untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya. Namun, kata Agus, ketika ingin meminta VAR oleh petugas di rumah sakit tersebut dikatakan stok sedang kosong.

“Karena dikatakan tidak ada VAR, lalu dia dirujuk ke Sanglah. Setibanya di Sanglah, kondisinya sama saja sehingga kami menelepon kerabat di Negara dan dikatakan di rumah sakit itu masih ada,” terangnya.

Mendengar ada titik terang, malam itu juga Agus mengantarkan Januraga ke RSUD Negara untuk mendapatkan VAR. “Syukurlah di Negara masih ada stok sehingga nyawa Januraga masih bisa tertolong,” katanya.

Agus sangat menyesalkan kalau stok VAR di dua rumah sakit tersebut sampai habis. Pasalnya, saat ini Tabanan masih dililit dengan persoalan rabies yang sudah sampai mengakibatkan korban jiwa.

“Seharusnya di Tabanan, stok VAR harus tetap ada karena masalah rabies belum tuntas,” kesalnya.

Direktur RSUD Negara, drg. Wayan Rustiati ketika dikonfirmasi mengatakan pada dasarnya pihaknya tidak pernah menolak pasien yang datang, termasuk pasien luar daerah seperti Januraga.

“Siapapun yang datang kami siap melayani dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, dr. Putu Suasta mengatakan stok VAR di Jembrana yang merupakan dropping dari propinsi relatif masih utuh karena pihaknya sangat hati-hati dalam pemberian vaksin tersebut.

“Sesuai protap rabies, jika ada kasus gigitan anjing, kami observasi anjing yang mengigitnya selama tiga hari. Kalau anjing itu mati tanpa sebab lain, pasien yang digigit langsung kami jemput untuk penanganan selanjutnya,” terangnya.

Dikatakan Suasta, stok VAR yang tersimpan di RSUD Negara masih cukup banyak. “Saya lupa jumlah pastinya tapi yang jelas seratus lebih,” pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami