Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sempat Lumpuh, Terancam Buka Tutup
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah kemarin sempat ditutup selama setengah jam karena cuaca buruk, kondisi penyeberangan di Selat Bali terancam buka tutup. Pasalnya, cuaca buruk yang membuat jarak pandang sangat terbatas dan kuatnya hembusan angin masih menyelimuti selat pemisah antara pulau Bali dengan Jawa.
Dari informasi yang dhimpun, Rabu (6/1) menyebutkan sesuai dengan ramalan BMKG Denpasar hujan deras yang mengganggu jarak pandang nahkoda kapal masih akan terjadi selama tiga hari ke depan. Sementara tiupan angin berkisar antara 0,3 – 18 knot dengan tinggi gelombang mencapai 0,5 – 1,5 meter atau bahkan lebih.
Dengan kondisi cuaca seperti itu, nahkoda kapal yang melayani penyeberangan di Selat Bali harus mengikuti semua instruksi syahbandar. Jika dipaksakan, akan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa pengguna jasa penyeberangan karena dapat menyebabkan tabrakan kapal maupun membuat kapal hanyut lalu karam.
“Pemantauan cuaca terus kami lakukan karena biasanya cuaca di Selat Bali sangat sulit diprediksi. Kadang siangnya cerah namun sorenya tiba-tiba hujan deras,” ujar Syahbandar Gilimanuk Dewa Nyoman Kari ketika dihubungi awak media, Rabu (6/1).
Berdasarkan ramalan cuaca yang dterimanya dari BMKG Denpasar, Kari mengatakan cuaca buruk bisa muncul sewaktu-waktu sehingga untuk menghindari resiko pelayaran, pihaknya akan memberlakukan pola buka tutup penyebrangan.
“Kalau cuaca berbahaya, kami akan tutup sampai cuaca memungkinkan untuk kapal berlayar. Ini semua demi keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Kari juga optimis kalau pola buka tutup itu tidak akan menimbulkan antrian. “Saya kira pola buka tutup tidak akan menimbulkan antrean karena arus balik wisdom sudah berakhir sehingga situasi penumpang saat ini sudah normal,” jelasnya.
Selain memantau perkembangan cuaca, Kari juga mengintensifkan komunikasi dengan nahkoda kapal melalui radio dan memantau pergerakan kapal melalui CCTV.
“Jika cuaca mendadak berubah buruk nahkoda diminta untuk menunda pelayaran dan jika sudah kadung berlayar, nahkoda segera diminta menginformasikan ke syahbandar dan kapal segera dibawa merapat ke dermaga terdekat,” tegasnya. (dey)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2741 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun