Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Digigit, Ribuan Dieliminasi

Kamis, 7 Januari 2010, 19:30 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Meski wabah penyakit rabies belum sampai di Jembrana namun bukan berarti membuat Pemkab Jembrana lengah. Pasalnya, dalam tiga bulan terakhir ini tercatat ada 80 kasus gigitan anjing sehingga memaksa Pemkab Jembrana mengeliminasi ribuan anjing liar

Dari data yang dihimpun pada Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (PKL) mulai bulan Oktober Desember 2009 tercatat ada 80 kasus gigitan anjing namun keseluruhannya negatif rabies. Sementara sebagai langkah antisipasi telah dieliminasi 1.233 ekor anjing liar dan menvaksinasi 6.446 anjing peliharaan warga.

Kendati belum satupun ditemukan anjing maupun manusia yang positif rabies, namun kegiatan vaksinasi sebagai salah satu langkah antisipasi terus dilakukan. Pantauan di Kantor Lurah Sangkaragung, Jembrana, Kamis (7/1) setidaknya 51 anjing peliharaan divasinasi massal oleh tim dari Dinas PKL.

Memang penyakit rabies belum ada di Jembrana namun saya tidak mau anjing saya terjangkit makanya saya mintakan vaksin, ujar Nengah Sentra, warga Ligkungan Pangkung Gondang. Alasan sebnada juga disampaikan oleh Nengah Nentra. Nentra malah membawa dua ekor anjing peliharaannya sekaligus untuk divaksin.

Demi kesehatan anjing peliharaan dan kenyamanan keluarga dan tetangga saya makanya anjing ini saya mintakan vaksin. Mencegah kan lebih baik lagipula gratis, ujarnya.

Sementara itu, drh. Gede Kasthama, staf Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas PKL di sela-sela vaksinasi mengatakan vaksinasi massal di Sangkaragung merupakan untuk yang kedua kalinya (boster) sebabai langkah pencegahan penularan virus rabies. Selain vaksinasi massal, kita juga gencar melakukan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah, terangnya.

Lantaran tidak ingin kecolongan, Kastama juga mengaku mengintensifkan kerjasama dengan Balai Karantina Hewan Wilker Gilimanuk dengan menempatkan 20 relawan. Itu kami lakukan untuk mengatasi kendala mendeteksi masuknya hewan penular rabies melalui Pelabuhan Gilimanuk, pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami