Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sudah SMP, DANEM SD Belum Dikantongi

Beritabali.com, Negara

Selasa, 19 Januari 2010, 18:19 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kendati sudah duduk di kelas VIII SMP, ternyata 14 mantan siswa SDN 6 Pendem tamatan tahun 2007/2008 ternyata belum menerima haknya berupa Daftar Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (DHUASBN). Pasalnya, pihak Diknas Propinsi Bali kehabisan blangko DHUASBN. 

Dari informasi yang dihimpun, Selasa (19/1) menyebutkan sebanyak 14 mantan siswa SDN 6 Pendem hingga kini belum menerima haknya berupa DHUASBN padahal yang bersangkutan sudah duduk di kelas VIII SMP. Salah seorang orang tua/wali Ida Kadek Juniartawan ditemui Selasa (19/1) mengatakan dari 26 siswa yang ikun UASBN, 14 diantaranya belum menerima DHUASBN meskipun yang bersangkutan sudah dua tahun duduk di bangku SMP.

Anak saya sudah menerima namun keponakan saya yang satu kelas dengan anak saya malah belum terima, tandasnya. Juniartawan sempat menanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah namun kepala sekolah beralasan masih ada kesalahan dan menunggu perbaikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Tapi masa perbaikannya perlu waktu dua tahun, tanyanya.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Dikporaparbud Jembrana, I Ketut Astika ketika dikonfirmasi terpisah, Selasa (19/1) mengatakan belum diterimanya DHUASBN oleh 14 mantan siswa SDN 6 Pendem tersebut berawal dari adanya kesalahan pencetakan DHUASBN oleh pihak Diknas Propinsi.

Saat kami terima berkas tersebut kami langsung sebar ke sekolah-sekolah agar diperiksa oleh kepala sekolah. Kami juga instruksikan jika ada kesalahan agar secepatnya membawa kembali ke kami untuk kami bawa ke propinsi guna perbaikan,” bebernya.

Lanjut Astika, pada perbaikan pertama ratusan DHUASBN yang salah berhasil diperbaiki namun pada perbaikan tahap dua untuk yang masih tercecer pihaknya menerima informasi kalau blangko DHUASBN sudah habis dan tidak memungkinkan dicetak lagi karena ada nomor serinya.

Yang empat belas ini termasuk di dalamnya. Ketika kami minta NEM yang salah yang kami bawa sebelumnya ternyata tidak ditemukan karena sudah tercampur dengan NEM-NEM lainnya yang juga mengalami kesalahan, jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Astika diberikan saran oleh pihak propinsi agar dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan diketahui oleh Kadis Pendidikan Kabupaten.

Nantinya surat tersebut juga dilampiri oleh Daftar Nilai Hasil Ujian Kolektif yang diterima oleh masing-masing kepala sekolah dan disahkan oleh kepala dinas kabupaten, ujarnya. Menurut Astika, tadi pagi pihaknya sudah memerintahkan Kepala SD 6 Pendem untuk membuat surat tersebut. Mudah-mudahan besok sudah selesai, tegasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami