Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Sudah SMP, DANEM SD Belum Dikantongi
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendati sudah duduk di kelas VIII SMP, ternyata 14 mantan siswa SDN 6 Pendem tamatan tahun 2007/2008 ternyata belum menerima haknya berupa Daftar Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (DHUASBN). Pasalnya, pihak Diknas Propinsi Bali kehabisan blangko DHUASBN.
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (19/1) menyebutkan sebanyak 14 mantan siswa SDN 6 Pendem hingga kini belum menerima haknya berupa DHUASBN padahal yang bersangkutan sudah duduk di kelas VIII SMP. Salah seorang orang tua/wali Ida Kadek Juniartawan ditemui Selasa (19/1) mengatakan dari 26 siswa yang ikun UASBN, 14 diantaranya belum menerima DHUASBN meskipun yang bersangkutan sudah dua tahun duduk di bangku SMP.
Anak saya sudah menerima namun keponakan saya yang satu kelas dengan anak saya malah belum terima, tandasnya. Juniartawan sempat menanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah namun kepala sekolah beralasan masih ada kesalahan dan menunggu perbaikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Tapi masa perbaikannya perlu waktu dua tahun, tanyanya.
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Dikporaparbud Jembrana, I Ketut Astika ketika dikonfirmasi terpisah, Selasa (19/1) mengatakan belum diterimanya DHUASBN oleh 14 mantan siswa SDN 6 Pendem tersebut berawal dari adanya kesalahan pencetakan DHUASBN oleh pihak Diknas Propinsi.
Saat kami terima berkas tersebut kami langsung sebar ke sekolah-sekolah agar diperiksa oleh kepala sekolah. Kami juga instruksikan jika ada kesalahan agar secepatnya membawa kembali ke kami untuk kami bawa ke propinsi guna perbaikan,†bebernya.
Lanjut Astika, pada perbaikan pertama ratusan DHUASBN yang salah berhasil diperbaiki namun pada perbaikan tahap dua untuk yang masih tercecer pihaknya menerima informasi kalau blangko DHUASBN sudah habis dan tidak memungkinkan dicetak lagi karena ada nomor serinya.
Yang empat belas ini termasuk di dalamnya. Ketika kami minta NEM yang salah yang kami bawa sebelumnya ternyata tidak ditemukan karena sudah tercampur dengan NEM-NEM lainnya yang juga mengalami kesalahan, jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Astika diberikan saran oleh pihak propinsi agar dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan diketahui oleh Kadis Pendidikan Kabupaten.
Nantinya surat tersebut juga dilampiri oleh Daftar Nilai Hasil Ujian Kolektif yang diterima oleh masing-masing kepala sekolah dan disahkan oleh kepala dinas kabupaten, ujarnya. Menurut Astika, tadi pagi pihaknya sudah memerintahkan Kepala SD 6 Pendem untuk membuat surat tersebut. Mudah-mudahan besok sudah selesai, tegasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 767 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 684 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 505 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 482 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik