Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Dusun Diserang Chikungunya

Beritabali.com, Mendoyo

Kamis, 4 Februari 2010, 17:06 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Penyakit yang menyebabkan peningkatan panas badan, kepala pusing, badan terasa lemas dan persendian terasa ngilu kini sedang mengepung warga pada dua dusun di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo. Seratus lebih warga Dusun Bangli dan Nusamara telah terjangkit penyakit yang masih berstatus suspect chikungunya.

Ni Made Sari (70), nenek renta warga Dusun Nusamara mengaku sejak dua hari lalu badannya merasa panas disertai dengan nyeri pada persendian lututnya. Sari langsung memeriksakan diri ke dokter hingga saat ini sudah berangsur-angsur sembuh.

Tiang sampun meubad ke dokter nganggen JKJ mangda gratis (saya sudah berobat ke dokter dengan JKJ biar gratis), ujar Sari ketika dibesuk Wakil Bupati Jembrana, I Putu Artha, Kamis (4/2).

Hal senada juga diungkapkan I Ketut Icap (78). Saat ditemui, Icap sedang duduk pada bale bambu di emper rumahnya. Icap mengaku kalau sejak kemarin badannya terasa panas disertai nyeri pada persendian lututnya. Mangkin sampun dadosan krana tiang sampun polih ubad (sekarang sudah mendingan karena sudah mendapat obat,red), akunya.

Ni Luh Hendrawati (31) juga mengaku merasakan peningkatan suhu badan sejak kemarin. Badan saya mulai panas dari kemarin, agar tidak bertambah parah saya diantar suami berobat ke dokter di Yehembang. Saat ini panasnya sudah turun tapi badan masih lemas, kata Hendrawati.

Ni Ketut Londri (50) juga mengaku sekitar dua minggu yang lalu dirinya sempat terjangkit penyakit suspect chikungunya bahkan darahnya sempat diambil menjadi sample untuk dicek di laboratorium di Surabaya.

Awalnya yang kena itu suami saya lalu menular ke saya. Setelah tahu badan panas saya berobat ke dokter di Yehembang, akunya. Dari data yang dihimpun, 84 orang warga Dusun Nusamara telah terjangkit suspect chikungunya ini sedangkan di Dusun Bangli penderita suspect chikungunya mencapai 25 orang.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dikas Kesehatan dan Kesejahteraan sosial Jembrana, dr. I Putu Suekantara ketika dikonfirmasi mengatakan penyakit yang kini melanda dua dusun di Desa Yehembang Kangin ini bukan penyakit chikungunya. Berdasarkan tes darah yang diambil dari penderita pada laboratorium di Surabaya ternyata hasilnya negatif, terangnya.

Untuk memastikan lagi, imbuh Suekantara, pihaknya masih menunggu hasil cek laboratorium di Jakarta terhadap sampel darah yang diambil dari penderita. Kita masih menunggu hasil cek lab dari Jakarta, tegasnya.

Sementara Artha mengingatkan agar warga Dusun Bangli dan Nusamara tidak perlu panik dengan penyakit yang kini sedang melanda dusunnya itu.

Kalau badan mulai terasa panas, langsung periksakan diri agar tidak bertambah parah, harapnya. Menurut Artha, untuk antisipasi meluasnya penyakit ini, pihaknya telah mengoptimalkan fogging untuk memberantas nyamuk dewasa yang diduga menjadi penyebar penyakit ini.

Upaya tersebut tidak cukup tanpa adanya bantuan masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan menggiatkan tiga M serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Usahakan menghindari gigitan nyamuk dengan racun nyamuk atau memasang kelambu, terangnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami