Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Orang Dekat Winasa Diduga Todong Guru
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rasionalisasi pegawai yang gencar dilakukan Pemkab Jembrana belakangan ini rupanya dipakai sebagai alat oleh seorang preman untuk kepentingan pribadi. Preman yang mengaku orang dekat Bupati Jembrana, I Gede Winasa ini mengancam bisa memutasi guru-guru sekehendak dirinya.
Dari informasi yang dihimpun, Senin (8/2) menyebutkan seorang preman dengan inisial Ucr datang ke sekolah-sekolah menebar ancaman kalau guru-guru sekolah tersebut ada yang akan dimutasi.
“Dia datang membawa kabar kalau akan ada mutasi. Dia juga mengancam kalau salah satu guru ada yang kena mutasi,” ujar seorang guru SD Di Pekutatan yang menolak namanya dionlinekan, Senin (8/2).
Namun, tambah sumber tersebut, dia siap membantu agar guru tersebut tidak jadi dimutasi dengan imbalan sejumlah dana. “Katanya untuk uang transport guna pengurusan masalah tersebut ke Banyuwangi karena Pak Bupati ada di sana,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Jembrana I Gede Winasa ketika dikonfirmasi, Senin (8/2) membantah kalau preman tersebut merupakan orang dekatnya.
“Saya sendiri tidak kenal dengan dia kok,” kilahnya. Dalam hal memutasi guru, Winasa mengaku kalau dirinya berpatokan kepada rasionalisasi yang ada serta untuk kepentingan penyegaran guru, sama sekali tidak ada unsur-unsur subyektifitas.
“Kita sudah punya standar jumlah pegawai, termasuk guru yang kita jadikan patokan dalam menggelar mutasi. Sama sekali tidak ada unsur suka dan tidak suka atau karena desakan seseorang,” tegasnya.
Winasa juga menghimbau kepada guru-guru agar tidak takut dengan ancaman tersebut karena pihaknya tidak mungkin memutasi guru tanpa perhitungan. “Jangan takut, mutasi saya gelar karena semata-mata demi kepentingan organisasi dengan standar yang jelas,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pendidikan Dasar, I Ketut Astika mengaku juga mendengar isu tersebut namun pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan melayangkan edaran ke seluruh sekolah di Jembrana. “Kalau ada oknum yang meminta dana untuk memberi bantuan jangan dilayani tanpa petunjuk dari Dinas Kabupaten,” tegasnya. Astika juga membeberkan jika akan digelar mutasi guru, utamanya guru SD, pihaknya pasti mya pasti merumuskannya dengan pihak koordinator pengawas (korwas), kepala seksi pendidikan di kecamatan, camat.
“Rumusan itu kami tuangkan dalam bentuk usulan ke Bagian Kepegawaian untuk diverifikasi,” bebernya. Adapun patokannya, imbuh Astika adalah rasionalisasi pegawai yang telah ada maupun pertimbangan penyegaran.
“Sama sekali tidak ada karena desakan seseorang atau karena adanya unsur-unsur subyektifitas,” tegasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2312 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun