Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Transfer ATM, Puluhan Juta Amblas

Beritabali.com, Denpasar

Rabu, 5 Mei 2010, 21:03 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Penipuan bermodus membeli tanah lewat iklan menimpa Ida Bagus Meding Widharsana (53) tinggal di Jalan Tukad Nyali nomor 45 Denpasar. Korban tertipu pembelian tanah sebesar Rp 20 juta, setelah mentransfer uang ke rekening pelaku bernama Dr. Siregar. 

Penipuan ini diawali, pada Senin (03/05) setelah korban menerima telpon dari pelaku. Korban sedikit heran karena ia tidak pernah memberikan nomor telpon kepada orang tak dikenal. Namun entah mengapa korban cepat percaya, karena pelaku mengaku akan membeli tanah yang diiklankan disebuah harian local di Bali.

Dalam pembicaraan, pelaku menawar harga tanah yang dijual korban dikawasan Sanur. Setelah sepakat, pelaku bersedia mentransfer uang lewat rekening Lippo milik korban.

Ternyata transfer uang ke rekening korban tidak bisa, dan pelaku menyuruh mentransfer ke rekening istri korban, jelas sumber kepolisian Polda Bali, Rabu (05/05).

Anehnya, korban seperti dihipnotis dan menuruti kemauan pelaku. Apalagi pelaku menyarankan korban untuk mentransfer uang ke rekening milik pelaku bernomor 055073393 (atas nama Supriyana). Merasa tanahnya akan laku, korban berangkat ke ATM BCA di Tanjung Sari, Sanur.

Disana, korban yang tinggal di Jalan Tukad Nyali nomor 45, Denpasar, mengikuti arahan pelaku. Tanpa penuh rasa curiga, korban mentransfer uang tersebut dan keluarlah print-out atas nama Supriyana.

Pelaku kemudian menyuruh korban merobek robek print-out dan menyarankan agar tidak bertransaksi selama 2 hari. Alasan ini dikemukakan pelaku, supaya transaksi ATM BCA dan Bank Mandiri tidak terganggu.

Apa yang terjadi ? Setelah lewat tiga hari, korban kaget. Tabungannya di ATM sebesar Rp 20.998.755, amblas dikuras. Akibat kejadian itu, korban melaporkannya ke Dit Reskrim Polda Bali.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar Dwi Putra SH membenarkan kejadian dan menegaskan penyelidikan masih berlangsung. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami