Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bisikan Gaib Si Codet Diduga Rekayasa

Beritabali.com, Denpasar

Kamis, 20 Mei 2010, 19:57 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pengakuan tersangka Muhamad Suharto alias Si Codet (30), yang memperkosa 11 bocah di Batam dan di Bali lantaran bisikan gaib, masih diragukan. Beberapa anggota buser Polsek Kuta menduga, pengakuan tersangka hanya sebuah rekayasa untuk menutupi perbuatan bejatnya. 

Perkosaan yang dilakukan tersangka diduga kuat dilakukan atas dasar kemauan sendiri, tanpa adanya paksaan dari siapapun, termasuk dari bisikan gaib. Apalagi, jika dilihat secara seksama, tersangka juga gemar menyimpan foto-foto porno, yang setiap saat bisa membangkitkan gairah seksualnya.

Belum lagi tersangka yang berprofesi sebagai tukang pijat keliling plus ini, cenderung melayani kaum gay di Denpasar.

Salah seorang anggota buser yang ikut melakukan pemeriksaan terhadap tersangka mengungkapkan, banyak kejanggalan dari keterangan tersangka Muhamad Suharto.

Dia mengaku melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, atas dasar bujukan bisikan gaib. Bisikan itu katanya selalu menganggu pikirannya, baik siang dan malam.

Bisikan gaib itu datang saat dia tabrakan dan mati suri di Batam. Bisikan gaib itu bilang, kalau tersangka mau hidup lagi, harus penggal atau perkosa 10 anak. Kayaknya itu hanya akal -akalan saja, ungkap seorang buser Polsek Kuta yang enggan namanya disebut di media .

Selama merantau di Denpasar awal tahun 2009 akhir, tersangka mengaku desakan bisikan gaib itu semakin nyata. Lantaran tidak melaksanakan permintaan bisikan gaib itu, tersangka kembali mengalami kecelakaan di Serangan, Sanur.

Katanya dia kecelakaan lagi di Serangan, karena tidak melaksanakan bisikan gaib. Sehingga dia mencari mangsa anak-anak. Aneh benar pengakuannya, tutur anggota buser tadi, Kamis (20/5).

Bilamana tersangka melaksanakan bisikan gaib itu, kelak bisa memperkosa satu anak, kekuatan hidup tersangka akan bertambah. Begitu selanjutnya hingga mencapai 10 anak.

Ironisnya, sepanjang kejahatannya terkuak, perkosaan yang dilakukan tersangka sudah melebihi angka 10. Terungkap, enam kali perkosaan di Batam, 5 kali perkosaan di Denpasar.

Anggota buser tadi juga mengatakan, dia berupaya menanyakan kepada tersangka, apakah merasakan kenikmatan saat berhubungan dengan anak di bawah umur. Tersangka mengaku menikmatinya.

Kalau bisikan gaib yang bekerja, sudah tentu dia tidak bisa menikmati saat berhubungan badan dengan anak kecil. Tapi dia mengaku menikmatinya. Berarti, dia masih waras saat berhubungan dengan anak anak, ujarnya.

Anggota buser itu mengaku bernafas lega, karena tersangka si codet bisa tertangkap tangan. Jika tidak, mereka bakal bekerja ekstra dari pagi hingga malam untuk mengejar pelakunya.

Kami mendapat perintah menjaga sekolah di kawasan Kuta dari pagi hingga sore. Malamnya, kami harus patroli di kawasan Kuta dan sekitarnya. Jika kecolongan ada perkosaan di sekolah lagi, kami pasti dipenjara khusus selama 22 hari, ungkapnya kepada beritabali.com.

Sementara itu Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengatakan, hingga saat ini tes kejiwaan masih dilakukan. Namun tes kejiwaan ini hanyalah sebatas untuk mencari motif yang dilakukan tersangka asal Lamongan, Jawa Timur itu.

Hasil tes kejiwaan tidak berpengaruh untuk menghilangkan perbuatan pelaku, polisi hanya ingin mengetahui motif yang sebenarnya, jelasnya saat dikonfirmasi Kamis (20/05). 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami