Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Bisa Terjadi Karena Pelaku Merasa Depresi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Persetubuhan antara manusia dan sapi ternyata sudah terjadi beberapa kali di Bali. Menurut ahli kesehatan jiwa di Bali, munculnya fenomena ini antara lain disebabkan oleh adanya perasaan depresi atau tertekan dari pelaku persetubuhan dengan hewan ini.
Menurut ahli kesehatan jiwa Bali, Profesor Luh Ketut Suryani, persetubuhan antara seorang remaja pria dan sapi betina seperti yang terjadi di Desa Yeh Embang Jembrana merupakan peristiwa yang kesekian kalinya di Bali.Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di wilayah kabupaten lainnya seperti di kabupaten Buleleng dan kabupaten Tabanan, dengan total jumlah lebih dari lima kasus.
Terjadinya hubungan seksual antara manusia dan sapi ini disebabkan oleh adanya faktor pemicu sebelumnya yakni perasaan depresi dan terhina dari pelaku persetubuhan dengan sapi ini.Gangguan kejiwaan lainnya yang ikut menjadi pemicu adalah adanya perasaan tidak dihargai, tidak punya teman, serta tidak ada lawan jenis yang mau diajak berhubungan seks, jelas Suryani.
Terhadap orang atau pelaku persetubuhan dengan hewan ini perlu diberi terapi untuk pemulihan trauma, karena telah melakukan perbuatan yang memalukan.Jika trauma ini tidak diterapi, pelaku bisa menderita trauma berkepanjangan, merasa tidak berguna, dan akhirnya memilih jalan bunuh diri, imbuhnya.
Untuk menghindari hal ini terulang lagi, para orang tua diminta untuk mengawasi anaknya terutama yang sudah menginjak remaja. Dengan adanya komunikasi, edukasi, dan pengawasan yang baik dari orang tua, para remaja diharapkan akan bisa lebih bertanggung jawab dalam berbuat dan tidak melakukan hal-hal negatif.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli