Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Paceklik, Nelayan Gelar Ritual

Senin, 28 Juni 2010, 15:34 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Perubahan cuaca yang sedemikian ekstrim memaksa nelayan di sepanjang pesisir pantai di wilayah Jembrana, pasrah. Mereka lebih memilih mengangkat jaring yang biasanya terpasang di tengah lautan, ke daratan akibat tidak adanya ikan yang masuk ke perangkap tersebut. 

Masyarakat menempuh berbagai upaya yang salah satunya dengan menggelar ritual keagamaan, seperti yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Dusun Kombading, Pengambengan, Negara.

Dalam ritual yang dihadiri oleh Bupati Jembrana, I Gede Winasa ini masyarakat mekukan serangkaian prosesi yang intinya memohon agar musim paceklik segera berakhir.

Ritual ini rutin kami selenggarakan, terutama saat musim paceklik ikan tiba, kata H. Asmuni Turyadi, Perbekel Pengambengan ketika ditemui di sela-sela acara, Senin (28/6).

Selain untuk memohon agar musim paceklik ikan segera berakhir, tambah Asmuni, masyarakat juga diminta untuk melakukan instrospeksi diri dengan kondisi paceklik yang diantaranya disebabkan oleh perubahan cuaca yang sedemikian ekstrim.

Sementara itu, Winasa mengatakan kendatipun paceklik ikan ini disebabkan oleh perubahan cuaca, namun jangan sekali-sekali menyalahkan alam.Kita jangan menyalahkan alam karena kondisi ini mungkin peringatan dari Tuhan agar kita melakukan introspeksi diri. Kita harus tetap bersyukur dan bersabar, harapnya.

 

Menyikapi perubahan cuaca, Winasa mengharapkan para nelayan untuk tetap waspada dan menlengkapi diri dengan berbagai alat-alat keselamatan.Musibah di laut tidak bisa kita prediksi sehingga tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Saat melaut, lengkapi diri dengan alat-alat keselamatan serta cek dan recheck kondisi perahu dan perangkatnya sebelum melaut, ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami