Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Dipotas, Kerugian Ditaksir Rp 90 Juta

Selasa, 6 Juli 2010, 16:27 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Ribuan ikan yang diterbar Bupati Tabanan N Adi Wiryatama di saluran irigasi Subak Kediri, Desa Nyitah, Kecamatan Kediri, Tabanan Senin (28/6) lalu mati mendadak Senin malam (5/7). Diduga matinya ribuan ikan jenis kareper, mujair dan nila itu dikarenakan di portas dengan racun. Akibat kejadian itu kerugian yang ditaksir mencapaci Rp 90 Juta dan kini kasusnya masih ditangani Posek Kediri. 

Kapolsek Kediri AKP Kompyang Sri Nadi, Selasa (6/7) menyatakan, setelah pihaknya mendapatkan laporan resmi dari I Nyoman Mulyadi pemilik kolam, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terkait matinya ribuan ikan di subak kediri tersebut .

“Kami sudah ambil sample air di hulu, tengah dan hilir, untuk diperiksa di labfor,”jelasnya. Selain memeriksa kandungan racun dalam air, pihaknya juga mengirim sampel ikan karper, nila dan mujair ke labfor untuk diperiksa apakah matinya ikan-ikan tersebut akibat keracunan.

“Sejauh ini hasil tes di labfor belum kami terima,” jelasnya. Ia juga belum berani menyimpulkan penyebab kematian ribuan ikan-ikan itu. Yang jelas pihaknya masih mengunggu hasil labfor.

“Kalau hasilnya sudah pasti karena keracunan portas atau isektisida, maka kita nanti focus pada penyelidikan tersebut, sejauh ini kita belum bisa memastikan penyebabnya,” tambahnya.

Matinya ikan di saluran irigasi sepanjang 130 meter dan di tiga petak kolam air deras di Subak Nyitdah tersebut baru diketahui sekitar pukul 19.30. Awalnya, beberapa warga yang duduk di poskamling yang dibangun di pinggir saluran irigasi tersebut melihat belasan ekor ikan megap-megap di permukaan air.

Beberapa saat kemudian, ikan tersebut lantas mati terbawa arus. Jumlah ikan yang mati kemudian meningkat secara drastis sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada pemiliknya I Nyoman Mulyadi. Dibantu warga yang berdatangan ke lokasi, ikan yang mati kemudian diangkat ke darat.

“Jumlahnya sekitar empat ton dengan nilai kerugian sekitar Rp 90 juta,”ungkap I Nyoman Mulyadi yang kemudian melaporkan secara resmi matinya ribuan ikan tersebut ke Mapolsek Kediri.

Masih menurut Mulyadi, ikan yang dipelihara di tiga petak kolam air deras seluas sekitar 60 Meter persegi dan saluran irigasi sepanjang 130 meter tersebut penebarannya dilakukan dalam tiga tahap, yakni pada bulan Maret, Mei dan Juni.

Ikan karper dan nila yang ditebarkan total beratnya sekitar 2,5 ton. “Penebaran terakhir dilakukan oleh Bapak Bupati Tabanan tanggal 28 Juni lalu,” terangnya.

Sementara itu Bupati Tabanan N Adi Wiryatama yang mengetahui kalau ikan yang disebar di Subak Kediri, Desa Nyitdah mati semuanya. Senin malam itu langsung turun ke lokasi.

Bupati menyatakan penyesalannya karena ikan yang ditebarkan di saluran irigasi untuk percontohan tersebut akhirnya mati yang diduga kuat akibat keracunan.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Agar hal ini tak terulang lagi, saya berharap pihak keamanan untuk mengusutnya,” tegasnya. Penebaran ikan di saluran irigasi ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi saluran irigasi yang ada di Kabupaten Tabanan untuk budidaya ikan.

“Saluran irigasi yang ada akan dimanfaatkan untuk budidaya ikan secara berkelompok dengan melibatkan aparat desa dan adat,” paparnya. Terkait kejadian kematian ikan secara massal ini, Bupati Wiryatama telah menghimbau agar ikan yang mati jangan dikonsumsi.

 

“Ikan yang mati harus segera dikubur. Jangan dikonsumsi karena kita belum tahu jenis racun yang menyebabkan kematian ikannya,”katanya menghimbau.Bupati Adi Wiryatama juga mengajak masyarakat Tabanan agar tidak menggunakan portas, racun dan strum untuk mencari ikan. Karena hal itu dapat menghilangkan habitat ikan serta dapat merusak lingkungan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami