Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Terseret Arus, Guru Honorer Tewas Mengambang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diduga akibat terpeleset, seorang guru honorer ditemukan tewas mengambang di muara sungai di Desa pengastulan Kecamatan Seririt, upaya evakuasi dilakukan warga dengan memanfaatkan sarana dan prasarana seadanya.
Sesosok tubuh mengambang di Muara Sungai Tukad Saba di Desa Pengastulan Kecamatan Seririt, Selasa (6/7) menggegerkan warga setempat, upaya evakuasi dan identifikasi akhirnya dilakukan warga, hingga diketahui tubuh yang mengambang itu, Mas’Ud (51) warga Kelurahan Seririt yang keseharian sebagai guru honorer di sebuah SMP Swasta di Desa Pengulon Gerokgak.
“Untuk sementara diduga kuat korban tewas akibat terseret arus sungai Tukad Saba yang kondisinya sedang banjir, korban diduga terpeleset saat buang air besar di Sungai usai hujan deras,” ungkap Kaplosek Seririt, AKP. Wayan Wetem.Setelah dilakukan olah lokasi peristiwa dan diketahui keluarganya, jenasah Mas’Ud selanjutnya dibawa rumah duka dengan mobil Patroli Polsektif Seririt, isak tangispun menyambut kedatangan mayat guru honorer MTs Nurul Iman Pengulon.
Sementara, dari pemeriksaan jenazah sesaat setelah ditemukan di muara Tukad Saba di Desa Pengastulan pada kepala korban mengalami luka dan mengeluarkan darah yang diduga akibat benturan dengan benda keras saat terseret arus.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5393 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2282 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan