Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Diduga Rebutan Lahan, Polisi Periksa Delapan Saksi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Peristiwa berdarah di Bar Red Room Dine and Lounge, Seminyak, Kuta, pada Rabu (14/7) dinihari, penyelidikannya belum siginifikan. Pelaku penyerangan belum tertangkap dan polisi baru memeriksa delapan saksi.
Menurut Kapolsek Kuta AKP Wimboko, pihaknya sudah memeriksa delapan saksi yang berada dilokasi kejadian. Keterangan saksi sangat penting untuk mengejar para pelaku penyerangan yang diduga berjumlah 40 orang.Saksinya dari pemilik Red Room, karyawan, dan beberapa orang saksi mata dilokasi kejadian, beber Kapolsek kepada wartawan, pada Kamis (15/7).Keterangan para saksi, kata Kapolsek akan dikonfrontir dari sejumlah nama nama yang dijadikan target operasi (TO).
Untuk barang bukti katanya, pihaknya telah mengamankan sebuah rambu peringatan yang sudah rusak, dua buah helm, sebungkus rokok, korek api berlumuran darah dan sebuah sarung celurit. Senjata tajam milik pelaku masih kita cari, jelasnya.
Menyoal masalah motif penyerangan, Kaposlek enggan berkomentar lebih jauh. Malah, katanya, polisi masih mendalami dan belum bisa memastikan motif penyerangan para pelaku.Motifnya masih kita selidiki, kita masih memeriksa keterangan saksi dan petunjuk dari barang bukti, tegasnya.
Kabar teranyar menyebutkan bahwa motif penyerangan terkait perebutan lahan. Kelompok preman yang sebelumnya berkuasa disana, resah karena masuknya sebuah kelompok preman yang datang dari luar daerah. sehingga penyerangan pun dilakukan di Bar Red Room dinihari.
AKP Wimboko mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan persuasive terhadap pentolan preman di Bali. Pendekatan ini dilakukan guna mengantisifasi aksi susulan dan sekaligus untuk keperluan penyelidikan. Kapolsek secara tegas mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi-aksi kekerasan premanisme.
Peristiwa penyerangan terjadi, pada Rabu (14/07) 02.30 dinihari, di Bar Red Room Dine And Louge, di Jalan Camplung Tanduk nomor 15 Seminyak Kuta, (dulu Jalan Diana Pura).Puluhan preman bersenjatakan pedang dan samurai, rantai besi, merusak fasilitas dan menganiaya karyawan koki bernama Bagus Alit Edi Sastrawan. Korban asal Mengwi Badung tewas mengenaskan dengan luka robek akibat tebasan senjata tajam disekujur tubuhnya.
Sementara, security jaga, Yesaya Karmoi nyaris tewas meski punggungnya terkena luka tusuk. Selain membunuh dan melukai satpam jaga, para preman melakukan perusakan di Bar. Akibatnya, sejumlah perabotan dan fasilitas didalam bar hancur berantakan. Puas melampiaskan amarah, para pelaku kabur.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan