Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Tipu Warga, Jual Obat Palsu
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sepasang laki-laki dan perempuan dengan cirri-ciri bermata sipit, kulit kuning langsat, yang mengaku dokter dari Cina bergentayangan di Tabanan. Aksi keduanya meresahkan warga dan patut dicurigai.
Pasalnya dalam menjalankan aksi keduanya awalnya berpura-pura membeli bunga papaya kepada korban. Namun akhirnya memaksa menawarkan obat mujarab seharga Rp 1,5 Juta.
Salah satu korban kebualan orang tersbut adalah warga Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Setelah membeli obat seharga Rp 1,5 Juta, bukanya sembuh yang dialami melainkan tidak bisa bangun.
Bapak saya setelah minum obat yang dibeli dari orang cina tersebut seharga Rp 1,5 Juta, sekarang kondisinya malah tidak bisa bangun,jelas salah satu warga Kukuh yang menjadi korban. Ia pun merasa tertipu dengan aksi sepasang orang yang mengaku sebagai dokter dari cina itu.
Warga lainya yang nyaris menjadi korban aksi sepasang laki-laki dan perempuan yang dalam aksinya mengendarai sepeda motor itu adalah Kakek Satria warga Desa Kukuh, Kecamatan Marga.
Diceritakannya, sekitar pukul 12.000 Wita seminggu lalu, ia didatangi dua orang - laki-laki dan perempuan bermata sipit yang mengaku berasal dari Beijing. Mereka mengutarakan maksud kedatangannya untuk membeli sekilo bunga pepaya dengan harga menggiurkan.
Namun, Nenek Satria yang ketika itu menggendong cucunya mengatakan tak memiliki bunga pepaya, kalau bunga kamboja kering baru punya.Setelah itu pasangan asal China itu melihat Kakek Satria yang berjalan agak loyo. Perempuan asal China itu pun menanyakan, apakah bapak sakit? dan dijawab ya oleh Kakek Satria.
Lelaki yang mengaku dokter itu pun meminta segelas air putih. Lalu Lalu air putih itu dicampur dengan serbuk warna putih pula. Air itu kemudian diperciki ke dada Kakek Satria. Sebagian air itu tetap berwarna putih, sebagian lagi berwarna kuning. Warna kuning itu disinyalir sebagai sumber penyakit.
Lelaki yang mengaku dokter dari cina itu kemudian menawarkan obat berupa tablet. Harganya Rp 1.5 juta. Penawaran itu ditolak oleh Kakek Satria. Karena tidak mau membeli obat yang ditawarkan seharga Rp 1,5 Juta itu, lelaki dengan tinggi badan sedang itu kecewa. Bahkan terus memaksa agar obatnya dibeli. Bahkan, obat yang ia bawa hanya masih satu pepel dan segera balik lagi ke Beijing.
Setahun pun bapak tak akan dapat obat seperti ini, karena saya mau balik ke Beijing, kata lelaki cina yang mengenakan kemeja warna putih dengan celana warna biru seperti yang ditirukan kakek Satria. Karena terus dipaksa, akhirnya Kakek Satria emosi dan mengusir paksa dua orang cina itu sehingga keduanya pergi dengan sepeda motornya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang