Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Akses Jalan Desa Batuagung Benyah Latig
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Prioritas pembangungan jalan desa oleh Pemkab Jembrana patut dipertanyakan. Pasalnya proyek jalan berhotmik yang diprogramkan diduga hanya menyentuh wilayah-wilayah yang ditempati para pejabat di Bumi Makepung. Seperti halnya yang terjadi di Desa Batuagung, Jembrana.
Selama lima tahun lebih akses jalan Desa Batuagung yang berada di Dusun Panceseming, sama sekali tidak ada yang menghiraukan dan kini kondisinya hancur lebur alias benyah latig.Hal ini sangat dikeluhkan warga setempat. Jalan satu-satunya yang dimiliki warga sepanjang lima kilometer ini, kondisinya sangat mengkhawatirkan.Hampir seluruh badan jalan compang camping dengan lobang-lobang yang menganga.
Sebagian besar aspalnya mengelupas menyisakan bebatuan yang telah terlepas dari dalam jalan. Selain itu, plat deker di beberapa titik jalan pun banyak yang jebol. Hal ini jelas sangat menyulitkan warga untuk bertransportasi.Menurut seorang tokoh Dusun Panceseming Wayan Suarba mengungkapkan, selama lima tahun lebih, pihaknya sudah berulang kali melakukan pertemuan dengan warga dan menyampaikan usulan kepada Pemkab Jembrana, namun hingga kini belum juga ada perbaikan.
“Kerusakan ini sangat mengganggu aktifitas warga, terutama dalam menyalurkan hasil bumi “ keluh Suarba. Begitu pula halnya dengan siswa-siswa yang hendak berangkat sekolah juga sangat terganggu. “Kami sangat berharap persoalan ini tidak berlarut-larut, prioritas perbaikan jalan patut dipertanyakan,“ ujarnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang