Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mayat Bule Pria Mengambang di Pantai Suluban

Selasa, 27 Juli 2010, 20:06 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Sesosok mayat diduga warga asing, Selasa (27/07) sekitar pukul 08.00 Wita, ditemukan tewas mengambang di Pantai Suluban, Uluwatu, Kuta Selatan. Korban diduga tewas dibunuh.Menurut Direktur Pol Air Benoa AKBP Oka Eswara, saat ditemukan pertama kali oleh nelayan, kondisi korban masih mengenakan pakaian."Korban ditemukan mengambang di tengah laut, jelasnya, pada Selasa (27/07). 

Diakuinya, pada saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan, kepalanya hancur tapi kondisi badanya masih utuh. Pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penemuan tersebut. Barang bukti yang kami temukan sangat minim. Bahkan, Selain itu, identitas mayat tidak ditemukan, ungkapnya.AKBP Oka mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat jika kehilangan keluarganya atau kehilangan tamu, segera melaporkan ke polisi. Nantinya, aparat kepolisian akan menyelidikinya.

Sementara itu, tim Forensik RSUP Sanglah menyebutkan, korban ditemukan di pantai Suluban Labuan Sait Jimbaran Selasa (27/7) pukul 11.05 siang. Jenazah tersebut merupakan warga asing namun belum jelas diketahui identitas maupun asal negaranya, mengingat tak ada indentitas yang ditemukan di diri korban.

Jenazah yang dikirim dengan menggunakan mobil ambulan PMI tersebut, kemudian divisum luar mulai pukul 11.10.Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat diketahui berat badan korban 72,5 kg dan panjang badang 170 cm. Dari pemeriksaan ras sephalik index, sekitar 93 persen rasnya adalah ras kaukasoid yakni rasa asing dari Eropa atau Amerika.Hal ini juga didukung dari warna kulit putuh, rambut pirang,
dan hidung mancung. Sedangkang berdasarkan sudah tumbuhnya gigi geraham, diperkirakan korban berusia antara 25-35 tahun.

Secara visual wajahnya masih bisa dikenali, karena tanda kematiannya kurang dari 8 sampai dengan 12 jam sebelum kita melakukan pemeriksaan (visum et repertum). Jadi jelas masih bisa dikenali, kalau ada keluarga yang ingin melihat,jelas Kepala SMF (Staf Medis Fungsional) Forensik RSUP Sanglah, dr. IB Putu Alit, SpF (K) ditemui usai pemeriksaan.Kematian korban terkesan misterius. Pasalnya dia ditemukan tenggelam di pantai Jimbaran. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan dua lapis baju dan tanpa celana sama sekali.

Baju yang dalam warna putih sedangan baju bagian luar berwarna hitam. Korban juga mengalami luka tumpul di bagian wajah dan paha. Yang amat fatal dan mengakibatkan kematian adalah luka parah pada wajahnya.Menurut Alit, luka-luka tersebut sudah ada sebelum dirinya tewas. Artinya korban lebih dulu mengalami luka-luka fatal tersebut saat dirinya masih berada di darat. Namun Alit belum bisa menjamin apakah luka tersebut merupakan luka akibat kekerasan atau tidak.

 

Kalau dibilang luka kekerasan, pasti mengarah pada pembunuhan. Saat ini kita belum bisa menyimpulkan ke arah ke sana, karena harus dilakukan otopsi. Atas permintaan keluarga dan polisi jika hal itu memang diperlukan, terangnya kepada wartawan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami