Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Preman Saling Serang, Dua Luka Parah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dua kelompok preman, pada Senin (2/8) dinihari hingga siang hari saling serang. Akibatnya dua korban dari masing masing kelompok terluka parah.
Saling serang dua kelompok preman ini mencuat setelah penusukan yang terjadi di New Star, pada Senin (2/8) dinihari di Jalan Gunung Soputan. Di lokasi yang dulu bernama Dewata Karaoke, jatuh seorang korban tertusuk bernama I Gede Suryawan.
Motif penusukan masih diselidiki aparat kepolisian. Namun sinyalemen yang terdengar, penusukan terhadap korban karena ketersinggungan dan pengaruh minuman keras. Pasca kejadian, korban kini dirawat di sebuah rumah sakit terdekat.
Buntut penusukan berubah petaka. Sekelompok orang ( Diduga kelompok dari I Gde Suryawan) menyerbu kelompok penusuk yang bermarkas di Jalan Nangka Utara tepatnya di samping Circle K.
Insiden penyerbuan terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Saksi mata di lokasi kejadian menerangkan, puluhan orang berbadan kekar dan rata-rata mengenakan kaos hitam datang dengan mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju ke selatan.
Mereka mendadak berhenti, begitu melihat sekelompok orang yang duduk di depan sebuah toko bangunan samping Circle K.Mereka bawa pedang dan teriak serangserang, beber warga di lokasi kejadian Diserang tiba tiba, kelompok yang duduk bergerombol tadi lari kocar kacir. Sial bagi Ketut Mini, perutnya terkena sabetan pedang penyerb
Meski telah menyabet perut Ketut Mini hingga ususnya terburai, kelompok penyerang masih berada di lokasi. Mereka sepertinya ingin menuntut balas dan tidak menghabisi nyawa korban.
Kedatangan belasan kelompok preman menjadi tontotan masyarakat sekitar. Walau begitu, masyarakat tidak berani mendekat, takut menjadi sasaran.Salah seorang saksi mengatakan, dia sempat melihat korbannya (Ketut Mini) terkapar bermandikan darah sambil meminta tolong. Tapi saksi mengaku takut membantu.
Waktu saya lihat korbannya dari jarak dekat, saya diacungi pedang. Saya jadi takut gak berani mendekat, ujar saksi yang minta namanya dirahasiakan.Setelah para penyerang kabur, rekan rekan korban menyelamatkan nyawa korban dan membawanya ke rumah
sakit.
Setelah kejadian penyerangan, terlihat belasan polisi bersenjata laras panjang mengamankan lokasi. Polisi juga mengamankan dua unit motor yang diduga milik para korbannya yakni Yamaha Yupiter DK 8385 CT dan Honda Supra DK 8111 IK.Kedua sepeda motor kini diamankan di Poltabes Denpasar.
Kabar teranyar, aparat kepolisian Poltabes Denpasar telah mengamankan pelaku penusukan yang terjadi di New Star. Hanya saja, tidak ada yang berani berkomentar menyangkut penangkapan itu.
Saat dikonfirmasi, Kapoltabes Denpasar Kombes Suryanbodo Asmoro mengaku masih di Jakarta. Perwira melati tiga ini menyarankan menanyakan langsung ke Wakapoltabes Denpasar Putu Mahasena dan Kasatreskrim Kompol Arief Sugiarto SiK.
Kita masih pelajari lokasi kejadian dan mereka dari kelompok mana, tanya langsung ke Waka dan Kasat, ungkapnya.Sementara Kasat Reskrim Kompol Arif Sugiarto hingga kini belum bisa dikonfirmasi karena tidak mengangkat HP genggamnya.Aparat kepolisian yang menjadi penanggung-jawab wilayah kini masih masih siaga guna mengantisipasi penyerangan susulan.
Kita masih siaga polsek siaga. Patroli masih terus berjalan untuk antisipasi bentrok susulan, jelas Kapolsek Denpasar Timur AKP Ambariyadi Wijaya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan