Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Biaya Rp 3,5 Milyar dari Swadaya Masyarakat

Rabu, 4 Agustus 2010, 22:35 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Menteri Perdagangan RI Marie Elka Pangestu meresmikan pasar Sindu yang telah direvitalisasi dengan menelan dana sebesar Rp. 3,5 Milyar yang bersumber dari swadaya masyarakat dan Yayasan Pembangunan Sanur. 

Peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Menteri Perdagangan yang didampingi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, dan Sekda Denpasar A.AN Rai Iswara, Rabu (4/8) di Pasar Sindu Sanur Kecamatan Densel.

Menteri Marie Elka Pangestu dalam sambutannya mengatakan revitalisasi pasar-pasar tradisional sejalan dengan komitmen Kementrian Perdagangan.

Kehadiran Menteri Pedagangan untuk meresmikan Pasar Sindu menurut Elka Pangestu karena revitalisasi pasar ini merupakan swadaya murni masyarakat. Ini menandakan tingginya komitmen masyarakat Sanur dan pengurus Yayasan Pembangunan Sanur untuk benar-benar memprakarsasi revitalisasi pasar Sindu yang letaknya di Desa Sanur ini, ujar Elka Pangestu.

Lebih lanjut Elka Pangestu mengharapkan agar tidak lagi ada dikotomi tentang pasar modern dan pasar tradisional. Untuk itu Elka Pangestu menginginkan pasar tradisional lebih dikenal dengan nama pasar ramah dan segar.

Baru pertama kali kami gunakan istilah pasar ramah dan segar, mudah-mudahan kedepannya istilah ini dapat sering digunakan, harap Elka Pangestu.Pasar ramah dan segar menurut Elka Pangestu mengandung makna dimana ramah masyarakat dapat berinteraksi saling tawar menawar secara ramah, dan segar masyarakat yang berjualan menyediakan bahan pokok yang segar.

Pasar Sindu juga dapat menjadi tempat penampung hasil-hasil kreatifitas masyarakat yang dimana telah dimiliki secara alamiah.Untuk itu Elka Pangestu memberikan pantun kepada pasar Sindu yaitu Belum Ke Sanur, kalau tidak mampir ke Pasar Sindu.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengharapkan pasar tradisional harus menjual hasil tradisional, sehingga keberadaan pasar tradisional sesuai dengan makna dari pasar itu sendiri.

"Keberadaan pasar Sindu yang strategis dapat menjadi salah satu obyek pariwisata. Selain itu Pasar Sindu mempunyai peran yang sangat penting dalam interaksi sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.Gubernur Pastika mengharapkan manajemen pengelolaan pasar Sindu harus benar-benar diperhatikan.

Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan revitalisasi ini merupakan salah satu program Pemkot Denpasar yang menyentuh kepentingan masyarakat.Disamping itu untuk mendukung terwujudnya Kota Kreatif yang salah satunya dengan merevitalisasi pasar tradisional.

Saat ini di Denpasar terdapat 11 pasar tradisional yang dikelola oleh PD Pasar dan 33 Pasar yang dikelola oleh Desa Adat .Dari 33 pasar desa adat tersebut 3 pasar telah direvitalisasi yaitu Pasar Renon, Pasar Panjer dan Pasar Sindu.Diharapkan dengan revitalisasi ini dapat mendukung mewujudkan Provinsi Bali Clean And Green.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur I.B Sidharta mengatakan areal pasar ini berdiri di atas lahan seluas 51 are diperkirakan menghabiskan dana sebesar 3,5 milyar rupiah.Jumlah pedagang dapat tampung dalam pasar tradisional mencapai 361 pedagang yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal.

Dari jumlah tersebut 150 ditampung los dan 78 menempati toko sisanya pedagang musiman. Untuk pedagang di los ditata sesuai dengan jenis dagangan yang di jual sehingga masyarakat lebih mudah untuk berbelanja.Disamping itu dengan penataan sesuai dengan jenis dagangan dapat mempermudah menjaga kebersihan pasar, ujar Sidharta.

Ketua Yayasan Sanur ini juga menambahkan pasar ini terbagi menjadi 3 los yaitu los A khusus untuk para pedangan menjual alat upacara dan buah, los B untuk pedagang menjual sembako dan jajan bali sedangkan los C untuk pedagang menjual daging.Setiap los di pasar tersebut disediakan 3 set bak sampah yang diperuntukan sampah organik, plastic dan sisa makanan. Yang terpenting dalam pengolahan limbah, pasar Sindu telah menggunakan pengolahan limbah ala hotel.

 

Semua limbah hasil pasar diolah kemudian digunakan utuk keperluan lain seperti menyiram tanaman. Penerapan pengolahan limbah ala hotel pada pasar Sindu merupakan satu-satunya di Indonesia. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami