Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Penularan Rabies Masih Dipandang Remeh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan data Laboratorium Biomedik Dan Biologi Molekuler Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menunjukkan hampir seluruh korban terduga rabies di Bali yang meninggal tidak mendapatkan Vaksin Anti Rabies.
Walaupun terdapat 2 korban terduga rabies yang meninggal mendapatkan VAR namun tidak mendapatkan vaksin VAR secara lengkap.
Kepala Laboratorium Biomedik Dan Biologi Molekuler Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Mahardika pada keterangannya di Denpasar, Kamis (12/8) menyatakan seharusnya ditengah penularan rabies yang telah ditetapkan dalam status Kondisi Luar Biasa
(KLB) masyarakat tidak memandang remeh penularan rabies. Sehingga upaya pertolongan dapat secara cepat dilakukan dan korban meninggal dapat diminimalisasi.
Di jaman KLB kayak gini masih ada masyarakat yang tidak waspada pada rabies, digigit anjing masih dianggap biasa, tegas Prof I Gusti Ngurah Mahardika.Kepala Laboratorium Biomedik Dan Biologi Molekuler Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Mahardika menambahkan pemerintah provinsi Bali seharusnya cepat tanggap dan mengingatkan masyarakat untuk tidak memandang remeh kasus rabies, apalagi Bali telah masuk status KLB.
Sementara Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali hingga kini tercatat 74 orang meninggal setelah digigit anjing. Namun dari hasil pemeriksaan laboratorium hanya 35 orang yang dinyatakan positif rabies.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun