Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bocah SD Diperkosa Hingga Hamil 7 Bulan

Selasa, 17 Agustus 2010, 20:15 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Seorang bocah SD di Denpasar diperkosa hingga hamil 7 Bulan. Hingga kini, pelakunya belum tertangkap. Namun pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bali telah mengamankan bocah berinisial Mawar tersebut disebuah tempat tersembunyi. 

Mawar yang tinggal di bilangan Jalan Ceningan Sari Denpasar, diketahui baru lulus dari Sekolah Dasar.Beberapa warga yang tinggal dekat dengan rumah korban, enggan berkomentar banyak terkait kehamilan Mawar.Seorang warga sekitar tempat tinggalnya curiga melihat kondisi perut Mawar yang membuncit mirip wanita hamil. Padahal statusnya masih bocah.

" Kami sudah lama curiga dia hamil, perutnya buncit, tutur seorang warga yang enggan ditulis namanya, Selasa (17/08).Beberapa warga mencoba mengorek keterangan dari Mawar. Mawar mengaku hamil dan diperkosa oleh seorang lelaki bertopeng.Mawar tidak bisa menjelaskan siapa lelaki bertopeng itu, karena dia diperkosa saat pingsan.

Dia mengaku diperkosa oleh seorang yang bertopeng, dia diperkosa tujuh bulan lalu di kamar mandi, ungkap sumber tadi.Mendengar Mawar hamil tujuh Bulan, akhirnya warga menyembunyikan Mawar ke rumah seorang ibu rumah tangga bernama Putu.Dia sudah dititip dan tidak bisa keluar, itu sudah kesepakatan warga di sini, terangnya.

 

Kabar teranyar, bocah yang kini berusia 13 tahun itu, tinggal serumah dengan pamannya. Hingga kini sang paman tidak diketahui keberadaanya.Kehamilan Mawar sudah dipantau Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Bali.Korban sudah kita amankan dan menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian, kata Wakil KPAID Bali Luh Putu Anggraeni, Selasa (17/08).

Anggraeni mengatakan, saat ini korban belum berani mengungkap kejadian yang sebenarnya. Korban terkesan
masih trauma.Untuk menguatkan keterangan Mawar, keluarga korban sudah dipanggil aparat kepolisian guna dimintai keterangan.Aparat kepolisian Poltabes Denpasar mengaku belum menerima laporan dari korban maupun KPAID.

Kita belum menerima laporan resmi dari korbannya, masih saya cek anggota, jelas Kasat Reskrim Poltabes Denpasar, Kompol Arif Sugiarto SiK, pada Selasa (17/08).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami