Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Lima Dosen ISI Denpasar Tersangka
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah diperiksa intensif oleh jajaran Satuan Tindak Pidana Tertentu (Sat Tipiter) Dit Reskrim Polda Bali, lima Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua Dosen lainnya yang dilaporkan oleh Prof. dr. Wayan Rai, belum terbukti bersalah.
Rencananya besok Jumat (27/8) statusnya sudah tersangka dan mereka akan dipanggil untuk ditingkatkan penyelidikannya jadi penyidikan, jelas Kasat Tipiter Polda Bali AKBP IB Megeng, pada Kamis (26/08).
Megeng mengatakan, penetapan ini terpaut dari sejumlah keterangan terlapor dan saksi yang dimintai keterangannya di kepolisian.Keterangan beberapa saksi kita periksa dan mengarah ke tersangka, ungkapnya.
Adapun kelima tersangka Dosen ISI Denpasar yakni, Ni Gusti Suandewi, Ketut Suteja, Ketut Karyana, Ketut Darsana, dan DR Nyoman Catra.AKBP Megeng mengatakan, kelimanya diduga telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan terdakwa DR I Nyoman Suteja dan I Nyoman Sanggra SE.
Di persidangan, para saksi itu mengatakan kalau rektor ISI Denpasar Prof Rai, disebut-sebut hadir dalam rapat yang membahas pemotongan dana hibah. Padahal saat rapat tersebut, Prof Rai sedang berada di Jakarta.Demikian halnya, penyidik telah menemukan bukti manivest penumpang Batavia Air.
Ya, bukti manivest penumpang Batavia Air sudah kita temukan, dan dari sana kita ketahui bahwa Prof Rai sedang berada di luar kota, tegasnya.Selain itu, penyidik juga menemukan data penopang yang dimiliki oleh Batavia Air terkait daftar penumpang keberangkatan.Untuk dua terlapor (I Made Rute, I Komang Sudirga) yang sebelumnya ikut dilaporkan, AKBP Megeng menerangkan, sementara ini, pihaknya hanya menetapkan 5 orang tersangka.
Dua orang lagi perannya dalam persidangan belum terbukti memberikan keterangan palsu, bebernya.Penepatan lima tersangka Dosen ISI Denpasar disambut baik Kuasa Hukum Prof Rai, Made Suardana SH. Dia meminta kelimanya ditahan.Sebaiknya mereka ditahan karena mereka sudah jelas berbohong dan merekayasa sehingga membuat Prof Rai jadi tersangka, harapnya.
Tujuh saksi Dosen ISI Denpasar, dilaporkan pada 12 Juli lalu oleh Prof Rai dalam pasal 242 KUHP tentang memberikan keterangan palsu.Mereka dituding telah memberikan keterangan palsu, saat persidangan I Nyoman Suteja dan I Nyoman Sanggra.Mereka pula yang mengatakan bahwa Prof. Rai menjadi pimpinan rapat proyek Hibah Kementerian Pendidikan
Nasional tertanggal 9 November 2007 lalu.
Bahkan, ketujuh saksi secara berturut-turut mengatakan hal itu di depan persidangan. Hanya saja, kubu Prof Rai menyebutkan bahwa Prof Rai sedang berada di Jakarta.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan