Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Preman Serang Sekolah Dwijendra

Selasa, 31 Agustus 2010, 19:20 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sekolah Dwijendra yang terletak di Jalan Kamboja, Denpasar, pada Selasa (31/8) siang, diserang mendadak oleh puluhan preman. Akibat penyerangan itu, dua satpam mengalami luka parah. 

Dua satpam yang mengalami luka-luka adalah Nyoman Gede Antara (29) dan Made Gede Dirgayusa (34). Saksi mata dilokasi kejadian menerangkan, penyerbuan kelompok preman berjumlah 30 orang, ke Sekolah Dwijendra berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita.

Mereka datang untuk mencari guru olahraga, Nyoman Suwita. Namun saat merangsek masuk ke Yayasan Dwijendra, mereka menemukan dua satpam yang saat itu berjaga, yakni Nyoman Gede Antara dan Made Gede Dirgayusa.

Tentu saja, satpam tersebut tidak memperkenankan mereka masuk. Akibatnya puluhan preman mengamuk dan memukul Nyoman Gede Antara hingga bibirnya mengalami 8 jaritan. Fatalnya gigi korban lepas satu akibat dipukul.Sedangkan Made Gede Dirgayusa mengalami luka bengkak di dada dan rahang. Puas menghajar satpam, puluhan preman masuk kedalam sekolah untuk mencari Nyoman Suwita.

Mereka sempat masuk ke kantor yayasan, urai petugas tadi.Untung saja, Nyoman Suwita sedang tidak berada dilokasi. Dikabarkan, Nyoman Suwita sedang berada di Buleleng lantaran sebelumnya sudah mendapat ancaman tersebut. Karena tidak menemukan orang yang dicari, puluhan preman langsung melarikan diri.

Ditemui terpisah, Ketua Yayasan Dwijendra Ida Bagus Gede Wiyana menyayangkan sikap puluhan orang tak dikenal melakukan penganiayaan terhadap satpam jaga.Mereka sudah membuat keonaran di lingkungan sekolah, jelasnya, Selasa (31/8).Wiyana menduga, penyerbuan itu terkait masalah pribadi, antara guru dan salah seorang pelaku. Paling tidak, persoalan ini dipicu masalah belajar mengajar.

Sudah dilaporkan ke Polsek Dentim, jelasnya.Dibagian lain, penyerbuan massa sempat diatensi jajaran Koramil 1611,01/Denpasar timur, dipimpin Danramil Kapten Joko Raharjo bersama beserta dua anggotanya. Aparat berbaju loreng itu mengalami hal yang sama. Puluhan massa menendang sepeda motor petugas dan melontarkan kata-kata makian.

Salah seorang anggota Koramil Beny Ratu, mengatakan, puluhan preman mencaci maki Danramil Joko Raharjo. Namun Danramil diam, karena masih dalam kondisi puasa. Benny Ratu menantang agar kelompok preman datang ke Koramil dan segera minta maaf kepada jajaran Koramil.

Kami tunggu minta maaf mereka karena ini sudah melecehkan institusi. Kami beri tempo kalau tidak datang minta maaf kami akan cari, tegasnya.Menyoal kasus ini juru bicara Polda Bali Kombes Pol. Gde Sugianyar SH mengatakan, pihak kepolisian akan menyelidiki kasus ini. Kombes Sugianyar juga menyesalkan penyerbuan para pelaku di areal sekolah.Seharusnya ini tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah. Persoalan apapun bisa diselesaikan bersama-sama. Saat ini Polsek Dentim masih memeriksa korban dan saksi-saksi, ungkapnya.

 

Kombes Sugianyar mengatakan, kasus ini sudah dipantau langsung Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko. Mantan Staff Ahli Kapolri ini meminta anggotanya segera menangkap pelaku dan mencari latar belakang penyerbuan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami