Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pelaku Penganiayaan Akan Bertambah

Kamis, 2 September 2010, 20:51 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Suryanbodo Asmoro SiK, menegaskan, kasus penganiayaan yang menimpa satpam Sekolah Dwijendra bakal bertambah. 

Kapoltabes mengatakan, Nyoman Tirtayasa kini sudah berstatus tersangka, setelah pihak penyidik Poltabes Denpasar mendapatkan pengakuan bahwa tersangka ikut melakukan pemukulan terhadap korban, Nyoman Antara, satpam Sekolah Dwijendra.

Tersangka memukul korbannya Nyoman Antara dan itu dibuktikan tangan tersangka ada luka, berarti ada penyesuaian, ucapnya, Kamis (02/09).Kapoltabes mengatakan, pengakuan tersangka lainnya adalah dia memukul sendiri. Namun pengakuan tersebut janggal, karena dari keterangan sejumlah saksi, saat itu jumlah pelaku penyerangan lebih dari 30 orang.

Karena kasus ini baru sehari dilimpahkan dari Polsek Dentim ke Poltabes Denpasar, terang mantan Kapolres Tebingttinggi ini, untuk lebih pastinya, penyidik Poltabes Denpasar akan memeriksa orang-orang yang datang pada saat itu.

Yang datang ke lokasi akan tetap kita cari untuk mengetahui apakah mereka memiliki kaitan erat dengan kasus penganiayaan, urainya.Ada kemungkinan polisi akan membidik sejumlah tersangka lain, selain tersangka Nyoman Tirtayasa.Sudah pasti itu, kita akan selidiki dulu, kemungkinan ada tersangka lain,ungkapnya didampingi Kasatreskrim Poltabes Denpasar Kompol Arief Sugiarto SiK.

Jumlah saksi sekarang ini mencapai 10 orang. Termasuk penambahan saksi dari anggota Koramil.Hanya saja, anggota Koramil tersebut belum bersedia datang memenuhi panggilan meski sudah dipanggil.Sebelumnya, sekitar 30 orang yang belakangan diketahui dari Perguruan Pencak Silat Bakti Negara menyerbu Sekolah Dwijendra di Jalan Kamboja Denpasar.Puluhan orang tersebut datang ke Sekolah Dwijendra untuk mencari Wayan Suwita, guru olahraga setempat.

 

Namun mereka dihadang di pintu masuk sekolah oleh dua satpam, Nyoman Antara Gede Dirgayusa. Akibatnya, dua satpam tersebut babak belur kena bogem mentah.Karena tidak menemukan orang yang dicari, mereka pun kabur. Sebelum kabur, mereka sempat menantang Danramil 161,01/Badung Joko Raharjo.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami