Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Cahyani Tewas dengan Sepuluh Luka Tikam
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembunuh Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali (Stikes) tergolong sangat sadis. Hasil visum bagian forensik Rumah Sakit Sanglah Denpasar menunjukkan, korban tewas dibunuh dengan sepuluh luka tusukan di sekujur tubuhnya.
Menurut Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, korban mengalami 4 luka tusuk di tubuh bagian kiri, 4 luka tusuk di tubuh bagian kanan, satu di punggung dan satu di leher.
Hasilnya kita temukan sepuluh luka tusuk, terang Dudut,(9/9).
Dari keterangan Dudut, saat penusukan terjadi korban tidak melakukan perlawanan. Diperkirakan, seluruh tusukan berasal dari satu pisau yang menancap di leher korban.
Ditambahkan Dudut, pihaknya hanya melakukan visum luar saja dan ditemukan adanya ada luka memar di bibir korban.
Untuk melakukan otopsi, belum bisa melakukan. Pasalnya, keluarga korban belum mengijinkan. Sampai saat ini, pihak
kepolisian masih berkoordinasi dengan keluarga korban.
Korban masih diinapkan di kamar jenasah RSUP Sanglah, ungkapnya.
Sebelumnya, Dewa Ayu Diah Cahyani, ditemukan tewas dengan luka tusuk di kamar kosnya di Jalan Ida Bagus Oka, Panjer, Denpasar Selasa (7/8).
Anak kandung dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bangli, Dewa Gede Suparta, ini ditemukan dalam posisi tanpa busana di kamar kosnya. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun